Jelang Iduladha, Dinpertan Banyumas Gencarkan Vaksinasi Sapi

Ilustrasi: sejumlah sapi kurban di salah satu titik pengepul di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Rabu (13/5-2026). ANTARA/Nirkomala.

Jelang Iduladha, Dinpertan Banyumas Gencarkan Vaksinasi Sapi

Media Indonesia • 19 May 2026 15:09

Banyumas: Menjelang Iduladha 1447 Hijriah, Dinas Pertanian (Dinpertan) Banyumas, Jawa Tengah, mengintensifkan vaksinasi hewan ternak khususnya sapi, untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan aman dikonsumsi masyarakat. Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi penyebaran berbagai penyakit ternak, terutama Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

“Vaksinasi dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh ternak sekaligus mencegah penyebaran penyakit menular,” ujar Kepala Dinpertan Banyumas Arif Sukmo Buwono, pada Selasa, 19 Mei 2026.

Dia menyebut, tahun ini pihaknya memperoleh alokasi sekitar 22 ribu dosis vaksin. Dari jumlah tersebut, sebanyak 11 ribu dosis ditargetkan telah tersalurkan hingga Mei 2026.

Selain PMK, Dinpertan juga mewaspadai sejumlah penyakit lain yang kerap menyerang sapi, termasuk cacing hati. Idealnya, vaksinasi diberikan minimal dua kali dalam setahun agar kondisi imunitas ternak tetap terjaga dengan baik.

Untuk mengejar target vaksinasi, petugas kesehatan hewan terus turun ke lapangan melakukan pemeriksaan dan penyuntikan vaksin langsung ke kandang-kandang peternak.

Ilustrasi-Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Gowa, saat melakukan pemeriksaan sapi kurban, di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis, 14 Mei 2026. Metrotvnews.com/Muhammad Syawaluddin.

Sementara itu, Kepala UPTD Pusat Kesehatan Hewan Dinpertan Banyumas, Mohammad Arif Hidayat, mengungkapkan populasi sapi di Banyumas pada 2025 mengalami peningkatan sekitar tiga persen dibanding tahun sebelumnya. Saat ini jumlah sapi tercatat mencapai 13.750 ekor, naik dari 13.150 ekor pada tahun sebelumnya.

“Kebutuhan hewan kurban saat Iduladha yang diperkirakan mencapai sekitar 6 ribu ekor belum sepenuhnya dapat dipenuhi dari peternak lokal. Sebab, sebagian sapi masih berupa indukan dan anakan sapi sehingga belum layak dipotong,” jelas dia. 

Untuk menutup kebutuhan pasar, Banyumas masih mendatangkan sapi dari luar daerah. Kendati demikian, pengawasan lalu lintas ternak dilakukan secara ketat untuk memastikan kondisi kesehatan hewan tetap aman.

“Sapi dari luar daerah biasanya diistirahatkan terlebih dahulu di kandang sambil dipantau kesehatannya sebelum masuk pasar hewan,” jelasnya. (MI/LD)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)