Ilustrasi. Foto: MI/Usman Iskandar.
IHSG Pagi Ini Naik 1,88% ke Level 5.442
Husen Miftahudin • 9 June 2026 09:55
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi hari ini mengalami kenaikan, setelah turun cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa, 9 Juni 2026, IHSG berada di posisi 5.344,688.
Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.45 WIB, IHSG langsung tancap gas melejit sebanyak 100,215 poin setara 1,88 persen ke level 5.442,352.
Adapun sebanyak 453 saham emiten menguat pada perdagangan pagi ini. Sementara, 160 saham lainnya melemah dan 123 saham stagnan.
Untuk sementara, total transaksi yang tercatat hingga pukul 09.45 WIB sebanyak Rp5,616 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 10,574 miliar saham.
| Baca juga: Wall Street Beragam: Nasdaq-S&P Raup Untung, Dow Jones Malah Boncos |
.jpg)
(Ilustrasi pergerakan saham pada IHSG. Foto: Medcom.id)
Berpotensi tes resistance di level 5.500
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman mengatakan IHSG berpotensi tes resistance di level 5.500. Namun jika gagal break resistance, masih terbuka peluang terus terkoreksi sepanjang rupiah terus melemah.
"Diperkirakan support IHSG di level 5.000-5.150 dan resist IHSG pada level 5.400-5.500," ungkap Fanny dalam analisis hariannya.
IHSG pada perdagangan kemarin, 8 Juni 2026, ditutup turun 4,5 persen, disertai dengan net sell asing sebesar Rp587 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BBRI, TLKM, ANTM, dan AMMN.
Sementara itu, indeks-indeks saham Wall Street mayoritas naik pada perdagangan Senin, 9 Juni 2026, didorong oleh rebound saham-saham semikonduktor setelah mengalami aksi jual pada akhir pekan lalu. Di sisi lain, investor masih mencermati perkembangan gencatan senjata antara Iran dan Israel. Indeks S&P 500 tercatat naik 0,30 persen, dan Nasdaq Composite menguat 0,86 persen. Sedangkan, Dow Jones Industrial Average melemah 0,16 persen.
Di sisi lain, pasar saham di kawasan Asia-Pasifik kompak anjlok pada perdagangan Senin, 8 Juni 2026. Pelemahan tersebut disebabkan oleh laporan peluncuran salvo rudal dari Iran ke wilayah Israel yang mengancam bertahannya kesepakatan gencatan senjata di Timur Tengah. Sentimen geopolitik semakin memperberat posisi pasar setelah akhir pekan lalu Wall Street didorong aksi jual masif pada indeks Nasdaq.
Di kawasan regional, bursa Korea Selatan memimpin kejatuhan dengan indeks Kospi melemah tajam hingga 8,3 persen, dan indeks Kosdaq anjlok lebih dari 9,0 persen. Sementara di Jepang, indeks Nikkei 225 tergelincir 3,8 persen dan Topix terkoreksi 2,4 persen. Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong melemah 1,2 persen, Taiex Taiwan turun 3,5 persen dan CSI 300 China berkurang 2,1 persen. Di sisi lain, ASX 200 Australia tutup karena memperingati hari libur nasional.