Terpopuler Ekonomi: Pencairan Bansos 20 Juli hingga Harga Bitcoin Pulih

Ilustrasi. Foto: Magnific.

Terpopuler Ekonomi: Pencairan Bansos 20 Juli hingga Harga Bitcoin Pulih

Ade Hapsari Lestarini • 20 July 2026 08:58

Jakarta: Sejumlah berita ekonomi menjadi terpopuler pada Minggu, 19 Juli 2026. Berita-berita ini terpantau menjadi perhatian para pembaca Metrotvnews.com. Pembaca menyoroti beberapa isu yang sedang mengemuka saat ini. Berikut rangkuman berita selengkapnya:
 

1. Bansos PKH dan BPNT Juli-September 2026 Segera Cair, Simak Jadwal Lengkapnya


Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk periode triwulan III-2026 akan dimulai pada 20 Juli 2026. Penyaluran bantuan dijadwalkan berlangsung hingga September 2026 setelah proses pembaruan data penerima selesai dilakukan.

Baca selengkapnya di sini
 

2. Promo Indomaret hingga 22 Juli 2026, Cek Selengkapnya


Ritel Indomaret memberikan diskon potongan harga untuk makanan dan minuman hingga kebutuhan rumah tangga. Melalui program Promo Spesial, pelanggan dapat menikmati promo ini untuk periode 9-22 Juli 2026. Dikutip dari Instagram @indomaret, belanja kebutuhan harian menjadi lebih hemat dengan diskon hingga 45 persen. 

Baca selengkapnya di sini


3. Inflasi Rendah, Ini Alasan The Fed Masih Perlu Menaikkan Suku Bunga


Bank of America berpendapat alasan untuk kenaikan suku bunga Federal Reserve tetap kuat. Dalam catatan kepada klien, ada beberapa skeptisisme dari klien yang menolak argumen inflasi didorong oleh faktor-faktor sementara.

Baca selengkapnya di sini
 

4. Harga Emas Antam Hari Ini Dibanderol Rp2,614 Juta/Gram


Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam yang dijual di Butik Emas Antam pada hari ini tidak mengalami perubahan. Emas Antam stagnan usai mengalami kenaikan kemarin.

Baca selengkapnya di sini
 

5. Harga Bitcoin Pulih, Kini Menuju USD65 Ribu


Harga bitcoin pulih menuju USD65 ribu pada Sabtu, 18 Juli 2026, setelah terpuruk bersama saham semikonduktor dan teknologi, karena model kecerdasan buatan baru dari Tiongkok dan memudarnya ekspektasi terhadap undang-undang kripto AS menekan selera risiko.

Baca selengkapnya di sini

(Ade Hapsari Lestarini)