Danantara Targetkan PSEL Tahap 2 Groundbreaking Akhir Tahun Ini

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir. Foto: Dok Metro TV

Danantara Targetkan PSEL Tahap 2 Groundbreaking Akhir Tahun Ini

16 July 2026 13:48

Jakarta: Danantara Indonesia menargetkan pembangunan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) tahap 2 akan mulai dilaksanakan pada akhir kuartal III 2026. Danantara telah menetapkan delapan mitra terpilih dalam proses seleksi mitra usaha pengembang dan pengelola PSEL tahap 2.

"Kita harap akan ada groundbreaking di akhir kuartal III atau awal kuartal IV," kata Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir dalam Waste to Energy Talks 2026 Metro TV di Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026.

Mitra terpilih akan menerima Conditional Letter of Award (CLoA), yang merupakan penetapan bersyarat sebagai mitra usaha pengembang dan pengelola PSEL. Setelahnya masing-masing mitra terpilih wajib memenuhi persyaratan menuju Final Letter of Award.

"Secara paralel kita juga melakukan untuk yang tadi disebut (PSEL) Jakarta. Dari sisi tim kita sekarang masuk finalisasi dari mereka masuk financial close," jelas dia.



(Ilustrasi. Foto: Dok istimewa)

Daftar mitra proyek PSEL

Delapan mitra terpilih untuk proyek PSEL tahap kedua, di antaranya:
  1. SUEZ-IAN Consortium (SUEZ Insan Asia) untuk proyek di Medan Raya.
  2. Consortium Everbright Cemerlang Energy (Everbright Harmoni) untuk proyek di Kabupaten Bekasi.
  3. Bumi Biru Indonesia (SUS Indoplas) untuk proyek di Lampung Raya.
  4. Masa Depan Energi Indonesia (Chandra Waste Energy BGE) untuk proyek di Serang Raya.
  5. Veolia Environmental Services Asia Pte. Ltd (Veolia) untuk proyek di Semarang Raya.
  6. Consortium Mentari Citra Lestari (Bakrie Power SUS) untuk proyek di Surabaya Raya.
  7. MPM-CEVIA Consortium (Mega Power CEVIA) untuk proyek di Bogor Raya 2.
  8. Cakra Energi Lestari Consortium (Pertamina NRE Tianjin CITICC) untuk proyek di Yogyakarta Raya.
Adapun, empat dari delapan mitra terpilih merupakan konsorsium yang dipimpin oleh perusahaan Indonesia, sedangkan dua konsorsium dipimpin oleh perusahaan asal Prancis, dan dua konsorsium dipimpin perusahaan asal Tiongkok.

Pandu mengungkapkan, proyek PSEL di Indonesia secara kumulatif menjadi yang terbesar di dunia. Untuk itu, antusiasme investor juga cukup tinggi sehingga Danantara menetapkan mekanisme pemilihan yang ketat dan independen terhadap para mitra.

"Alhamdulillah antusiasmenya sangat tinggi, tinggal bagaimana kita make sure sama seperti pemilihan mitra, semua diberi kesempatan yang sama dan juga kesempatan untuk ikut berpartisipasi," ungkap dia.