AS Tetapkan Ikhwanul Muslimin di Tiga Negara sebagai Organisasi Teroris

Gedung milik Ikhwanul Muslimin di Mesir. (Anadolu Agency)

AS Tetapkan Ikhwanul Muslimin di Tiga Negara sebagai Organisasi Teroris

Willy Haryono • 14 January 2026 07:29

Washington: Amerika Serikat (AS) menetapkan kelompok Ikhwanul Muslimin (Muslim Brotherhood) di Mesir, Lebanon dan Yordania, sebagai “organisasi teroris."

“Penetapan ini mencerminkan langkah awal dari upaya berkelanjutan dan berkesinambungan untuk menggagalkan kekerasan dan destabilisasi yang dilakukan oleh cabang-cabang Ikhwanul Muslimin di mana pun terjadi,” kata Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dalam pernyataan pada Selasa.

“Amerika Serikat akan menggunakan seluruh instrumen yang tersedia untuk mencabut sumber daya yang memungkinkan cabang-cabang Ikhwanul Muslimin ini melakukan atau mendukung terorisme,” tambahnya, dikutip dari TRT World, Rabu, 14 Januari 2026.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah memulai proses untuk mengambil tindakan terhadap gerakan tersebut, yang didirikan di Mesir pada 1928 dan sejak itu menyebar ke berbagai negara di dunia Arab.

Trump menandatangani perintah eksekutif pada November yang menginstruksikan Departemen Luar Negeri dan Departemen Keuangan AS untuk mempertimbangkan penetapan sejumlah cabang Ikhwanul Muslimin sebagai Organisasi Teroris Asing (FTO) dan Teroris Global yang Ditunjuk Secara Khusus (SDGT), menurut Gedung Putih.

Gedung Putih menyatakan langkah tersebut bertujuan membatasi kemampuan operasional cabang-cabang Ikhwanul Muslimin, memutus akses pendanaan, serta menangani “ancaman yang mungkin mereka timbulkan terhadap warga negara Amerika Serikat dan keamanan nasional”.

Pemerintahan Trump menetapkan cabang Ikhwanul Muslimin di Mesir dan Yordania berdasarkan dugaan “dukungan terhadap Hamas”, kelompok perlawanan Palestina yang juga diklasifikasikan sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat.

Baca juga:  Kelompok Ikhwanul Muslimin Serukan Dukungan untuk Iran

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)