Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Sonny Sonjaya (kanan) saat memberikan keterangan di Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (8/3/2026). ANTARA/Rubby Jovan
BGN Wajibkan SPPG Unggah Menu MBG Setiap Hari di Medsos, Lengkap dengan Harga!
Achmad Zulfikar Fazli • 8 March 2026 19:58
Kota Bandung: Badan Gizi Nasional (BGN) memerintahkan seluruh mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mengunggah menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) lewat media sosial sebagai bagian dari transparansi kepada masyarakat. Informasi yang diunggah tidak hanya menu makanan, tetapi mencakup kandungan gizi serta biaya penyediaan makanan dalam program MBG.
“BGN telah memerintahkan seluruh SPPG membuat media sosial sebagai sarana komunikasi antara SPPG dan masyarakat, dan wajib mengunggah menu makanan, kadar gizi, serta harga,” kata Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sonny Sonjaya, di Bandung, dilansir dari Antara, Minggu, 8 Maret 2026.
Menurut dia, langkah tersebut bertujuan agar masyarakat dapat mengetahui secara terbuka kualitas dan komposisi makanan yang diberikan kepada penerima manfaat program. Adapun, penerima manfaat program MBG, antara lain ibu hamil, ibu menyusui, bayi, serta peserta didik di berbagai jenjang pendidikan.
Sonny menambahkan masyarakat diperbolehkan protes secara langsung kepada SPPG apabila menemukan menu MBG yang tidak layak.
“Apabila tidak sesuai, masyarakat bisa protes. Itu salah satu bentuk transparansi dan akuntabilitas publik,” ujar dia.
_%20Foto-%20Metrotvnews_com_Hendrik(3).jpg)
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto- Metrotvnews.com/Hendrik
Baca Juga:
KSP: Program MBG Sudah Menjangkau 61,2 Juta Penerima Manfaat |
Dia mengatakan masyarakat juga dapat membagikan informasi tersebut di media sosial sepanjang bertujuan perbaikan layanan dan disertai laporan kepada pihak SPPG terkait.
"Kalau untuk diviralkan (di media sosial), kan punya tujuan tertentu. Kalau tujuannya untuk memperbaiki, silakan datangi SPPG-nya, minta lakukan perbaikan. Tapi kalau tujuannya viralkan itu, ya bergantung kepada niatnya masing-masing. Kami tidak bisa melarang," kata dia.