Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Foto: ANTARA/Maria Cicilia Galuh.
Pemerintah Bentuk Satgas Transisi Energi, Bahlil Jadi Ketua
Fachri Audhia Hafiez • 5 March 2026 17:43
Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan langkah strategis pemerintah dalam membentuk Satuan Tugas (Satgas) Transisi Energi. Satgas ini dirancang untuk mengakselerasi implementasi program energi bersih, dengan fokus utama pada konversi 120 juta unit sepeda motor konvensional menjadi motor listrik di seluruh Indonesia.
"Bapak Presiden membentuk tim Satgas untuk bisa melakukan percepatan ini. Dan tadi kami diberikan tugas oleh Bapak Presiden sebagai Ketua Satgas dalam menjalankan dan menerjemahkan secara cepat," ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 5 Maret 2026.
Bahlil mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan tenggat waktu yang ketat bagi Satgas untuk menunjukkan hasil nyata. Implementasi program konversi kendaraan dan transisi energi ini ditargetkan berjalan maksimal dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun ke depan.
"Bapak Presiden sangat berkeinginan untuk implementasinya dilakukan segera dan insya Allah kita akan melakukan dalam kurun waktu yang tidak lama. Bapak Presiden tadi menyampaikan bahwa maksimal 3 sampai 4 tahun, bahkan kalau bisa lebih cepat lagi," jelas Bahlil.

Ilustrasi. Foto: Dok. Media Indonesia.
Selain urusan kendaraan listrik, Satgas ini juga mengemban misi besar untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga kapasitas 100 Gigawatt (GW). Langkah ini sejalan dengan ambisi pemerintah untuk memperkuat kedaulatan energi nasional berbasis energi baru terbarukan (EBT).
Percepatan transisi ini diklaim Bahlil tidak hanya soal lingkungan, tetapi juga mengenai efisiensi anggaran negara secara signifikan. Konversi dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) ke PLTS diyakini akan memangkas beban subsidi listrik yang selama ini membebani APBN.
"Sudah barang tentu ini orientasinya adalah transisi energi bisa kita lakukan cepat, tapi juga kita bisa mengurangi subsidi. Karena dengan kita mengkonversi dari PLTD, diesel, ke PLTS itu akan mengakibatkan efisiensi terhadap subsidi listrik kita dan sekaligus kita mendorong percepatan untuk pemakaian motor dan mobil listrik," kata Bahlil.