Ilustrasi Wall Street. Foto: iStock
Wall Street Menguat, S&P 500 Tutup Perdagangan ke Rekor Tertinggi
Annisa Ayu Artanti • 8 March 2024 07:59
New York: Wall Street ditutup menguat pada Kamis waktu setempat. Penguatan terjadi pada S&P 500 hingga menutup perdagangan dengan rekor tertinggi.
Peningkatan indeks tersebut didorong oleh pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell menegaskan penurunan suku bunga akan dilakukan tahun ini.
Selain itu, optimisme investor juga terbentuk bahwa bank-bank sentral global diperkirakan akan mulai melonggarkan kebijakan moneter pada Juni.
Melansir Investing.com, Jumat, 8 Maret 2024, S&P 500 ditutup naik satu persen lebih tinggi dan ditutup pada rekor tertinggi 5.156,84, Dow Jones Industrial Average naik 130 poin, atau 0,4 persen, NASDAQ Composite melonjak 1,5 persen.
Baca juga:
Bursa AS Menguat, S&P Naik karena Reli Saham Teknologi |
Saham teknologi bersinar
NVIDIA Corporation (NASDAQ: NVDA) naik lebih dari empat persen dan ditutup pada rekor tertinggi baru mendorong sektor teknologi yang lebih luas lebih tinggi karena pembuat cip terus mendapatkan keuntungan dari optimisme bahwa revolusi AI akan memacu permintaan cip.Powell menegaskan kembali penurunan suku bunga di masa depan.
Dalam kesaksiannya di hari kedua di depan Kongres, Ketua Fed Jerome Powell mengatakan Fed tidak jauh dari mencapai keyakinan yang diperlukan untuk memangkas suku bunga tahun ini, mengulangi pernyataan serupa dari sehari sebelumnya.
Optimisme bank-bank sentral utama akan memangkas suku bunga secepatnya pada bulan Juni semakin meningkat setelah Bank Sentral Eropa juga mempertahankan suku bunga namun memangkas proyeksi inflasi, yang mengisyaratkan kemajuan yang lebih cepat dari sebelumnya.
Obligasi pemerintah Eropa, yang diperdagangkan berbanding terbalik dengan imbal hasil, melonjak karena berita tersebut, mendorong imbal hasil Treasury AS jangka pendek, dengan imbal hasil Treasury dua tahun turun empat basis poin menjadi 4,52 persen.
Laporan pekerjaan bulanan AS
Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran tidak berubah minggu lalu pada 217 ribu, dalam tanda lebih lanjut pelonggaran di pasar tenaga kerja hanya sehari menjelang laporan gaji non-pertanian yang sangat penting.Lowongan pekerjaan AS turun 26 ribu di Januari, dengan perekrutan yang menurun karena kondisi pasar tenaga kerja terus berangsur-angsur mereda.
Hal ini terjadi menjelang rilis data non-farm payrolls yang penting, yang akan dirilis Jumat, yang akan memberikan lebih banyak isyarat tentang kekuatan ekonomi AS.