Kecelakaan KA Batubara di OKU Sumsel, KAI Sebut Satu Jalur Kembali Bisa Dilalui

Ilustrasi kecelakaan KA babaranjang di Muara Enim, Sumsel. (MGN/Zaifudin Zuhri)

Kecelakaan KA Batubara di OKU Sumsel, KAI Sebut Satu Jalur Kembali Bisa Dilalui

Whisnu Mardiansyah • 15 October 2026 17:10

Jakarta: Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan dan pihak terkait atas gangguan operasional akibat kecelakaan dua kereta pengangkut batu bara di Stasiun Talangbaru, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan, Kamis, 15 Oktober 2026.

Bobby menyampaikan permohonan maaf sekaligus memastikan proses pemulihan operasional terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan perjalanan kereta api.

"Kami memohon maaf kepada seluruh pelanggan dan pihak terkait yang terdampak gangguan operasional ini. Saat ini, kami terus berupaya memulihkan kelancaran perjalanan kereta api dengan tetap mengutamakan keselamatan," ujar Bobby, dalam keterangan resminya dikutip dari instagram @PTKAI, Kamis, 15 Oktober 2026.

KAI melaporkan operasional kereta api di lokasi kejadian mulai berangsur pulih. Satu jalur telah kembali dapat dilalui sejak pukul 10.45 WIB. Petugas masih melanjutkan penanganan untuk memulihkan perjalanan kereta api agar kembali normal.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 02.36 WIB di jalur I emplasemen Stasiun Talangbaru, Kecamatan Peninjauan, OKU. Dua kereta pengangkut batu bara bertabrakan, mengakibatkan dua lokomotif terguling dan lima gerbong anjlok.
 


Insiden tersebut juga menyebabkan awak KA 4045 Baratarahan mengalami luka-luka. Sementara itu, awak KA 4136 Baratarahan dilaporkan selamat.

Berdasarkan laporan awal Pusat Pengendalian Pelayanan (Pusdalyan) PT KAI Divisi Regional IV Tanjungkarang, kecelakaan melibatkan KA 4045 Baratarahan yang mengangkut batu bara dan KA 4136 Baratarahan dengan rangkaian kosong.

Benturan kedua rangkaian menyebabkan dua lokomotif KA 4045, yakni CC2052612 dan CC2051306, terguling. Sementara itu, lima gerbong KA 4136 dilaporkan anjlok dari rel. Gerbong tersebut masing-masing bernomor GB5012299, GB5012134, GB5012210, GB5012085, dan GB5012169.

KA 4136 diketahui menggunakan dua lokomotif, yaitu CC2052105 dan CC2051342. Kecelakaan ini turut berdampak pada layanan kereta penumpang. Dua perjalanan Kereta Api (KA) Rajabasa dilaporkan dibatalkan akibat gangguan operasional tersebut.

KAI terus melakukan penanganan di lokasi untuk memulihkan jalur dan kelancaran perjalanan kereta api. Perusahaan menegaskan keselamatan tetap menjadi prioritas selama proses pemulihan berlangsung.

(Whisnu M)