Pemerintah Pastikan Perlindungan Kesehatan Personel Penanganan Karhutla

Ilustrasi personel penanganan kebakaran hutan dan lahan. Foto: dok. Antara.

Pemerintah Pastikan Perlindungan Kesehatan Personel Penanganan Karhutla

Gabriella Thesa Widiari • 22 October 2026 19:44

Jakarta: Pemerintah memastikan memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh personel satuan tugas (satgas) penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Kita juga cek rutin dan pemberian vitamin yang kita bantu dari pemerintah. Dan ya relawan tentunya gratis ya," ujar Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes Ten Suyanti dilansir dari Antara, Kamis, 22 Oktober 2026. 

Ia mengatakan, selain vitamin, pemerintah juga memberikan masker serta serta pemeriksaan kesehatan berkala bagi puluhan ribu petugas di lapangan. Penanganan kesehatan gratis juga berlaku bagi masyarakat umum dan relawan yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.

"Enggak hanya relawan, harusnya semua kasus yang terkait karhutla ini tidak ditarik biaya," kata Ten.

Untuk mendukung penanganan medis di garis depan, seluruh puskesmas dan klinik di daerah terdampak telah diinstruksikan untuk beroperasi selama 24 jam. Adapun BNPB mencatat saat ini ada 71.878 personel gabungan yang tersebar di enam provinsi prioritas.

Sebaran kekuatan personel satgas meliputi Kalimantan Tengah sebanyak 16.387 orang, Riau 14.837 orang, Kalimantan Barat 14.458 orang, Sumatra Selatan 12.285 orang, Kalimantan Selatan 7.927 orang, dan Jambi 5.984 orang. Seluruh tim terdiri dari unsur TNI-Polri, Manggala Agni, BPBD, petugas pemadam kebakaran, hingga relawan Masyarakat Peduli Api (MPA).


Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes Ten Suyanti. Foto: Antara. 

Pemerintah memastikan koordinasi lintas sektor dengan para kepala daerah terus diperkuat untuk menjamin keselamatan seluruh petugas lapangan. Keberadaan fasilitas kesehatan siaga dipastikan menjadi benteng utama perlindungan bagi para personel satgas.

"Puskesmas ataupun klinik yang ada di buka. Mereka adalah garda terdepan, terlindungi," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan.

(Gabriella Thesa Widiari)