Trump Sebut Iran Mungkin Tingkatkan Serangan Jelang Pemilu Sela AS

Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)

Trump Sebut Iran Mungkin Tingkatkan Serangan Jelang Pemilu Sela AS

Willy Haryono • 11 October 2026 09:02

Tennessee: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Iran kemungkinan meningkatkan tindakannya menjelang pemilihan sela AS pada 3 November 2026.

Trump beralasan, Teheran meyakini langkah tersebut dapat merugikan Amerika Serikat. Ia juga mengatakan Washington dapat mengakhiri konfrontasi dengan Iran dalam waktu singkat.

"Mereka mungkin akan melakukan sedikit lebih banyak sebelum pemilu, karena berpikir hal itu akan merugikan kita," kata Trump dalam pidatonya di Tennessee pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Trump berada di negara bagian selatan AS tersebut untuk menghadiri kampanye dan mendukung kandidat Partai Republik. Tennessee selama ini merupakan salah satu basis kuat partai tersebut.

"Tapi kita bisa mengakhirinya dengan sangat cepat," lanjut Trump.

Trump mengklaim telah menunjukkan sikap menahan diri terhadap Iran meski, menurut dia, Angkatan Laut Iran telah mengalami kehancuran.

"Mereka tidak tahu betapa baiknya saya kepada mereka," kata Trump. Ia mengklaim sebanyak 159 kapal Iran telah ditenggelamkan sejak akhir Februari, ketika perang yang sedang berlangsung dimulai.

Trump juga menyinggung Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi titik panas dalam konflik tersebut. "Kami sedang mempertimbangkan untuk mengganti namanya menjadi Selat Trump," ujar Trump.

Perang Iran

Sebelumnya, Trump mengatakan perang dengan Iran kemungkinan berakhir tak lama setelah pemilihan paruh waktu pada 3 November. Konflik tersebut telah menjadi salah satu isu utama dalam pemilu legislatif tersebut.

Trump tidak mencalonkan diri dalam pemilihan paruh waktu. Namun, dia aktif berkampanye untuk sesama kandidat Partai Republik guna membantu partainya mempertahankan kendali atas salah satu atau kedua kamar Kongres.

AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari. Iran kemudian merespons dengan serangan rudal dan drone ke sejumlah wilayah di kawasan tersebut serta secara efektif menutup Selat Hormuz.

Perang telah berlangsung selama lebih dari tujuh bulan dan mendorong kenaikan harga energi global. Lalu lintas minyak komersial melalui jalur strategis tersebut praktis terhenti.

AS dan Iran menandatangani kesepakatan kerangka pada Juni setelah Pakistan dan Qatar melakukan upaya mediasi untuk menghentikan permusuhan dan membuka jalan menuju perundingan.

Namun, pelaksanaan kesepakatan tersebut kemudian terhenti di tengah perbedaan pendapat, termasuk mengenai masalah keamanan dan navigasi di Selat Hormuz.

Baca juga: Trump Sebut Iran Gagal Total, Singgung Kemungkinan Ambil Tindakan Baru

(Willy Haryono)