Qatar Ungkap AS dan Iran Masih Bertukar Pesan, Mediasi Terus Berlangsung

Bendera Amerika Serikat dan Iran. (Anadolu Agency)

Qatar Ungkap AS dan Iran Masih Bertukar Pesan, Mediasi Terus Berlangsung

Muhammad Reyhansyah • 7 October 2026 14:32

Doha: Qatar mengatakan Amerika Serikat (AS) dan Iran masih saling bertukar pesan di tengah berlanjutnya upaya mediasi dan kontak diplomatik untuk mencari kemajuan dalam negosiasi mengakhiri perang yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.

Direktur Media dan Komunikasi Kementerian Luar Negeri Qatar Ibrahim al-Hashimi menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers pada Selasa, 6 Oktober 2026, ketika ditanya mengenai kunjungan Menteri Dalam Negeri Iran Eskandar Momeni ke Doha.

“Kontak dan kunjungan terus berlangsung dengan tujuan mencapai kemajuan yang dapat dibangun antara Washington dan Teheran,” kata Al-Hashimi, dikutip dari Anadolu.

Ia menegaskan upaya mediasi antara kedua pihak “terus berlangsung dan tidak berhenti”.

Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Qatar, upaya tersebut bertujuan mencapai kemajuan yang dapat menjadi dasar pembahasan lebih lanjut dan mencakup seluruh isu yang menjadi perhatian kedua pihak.

“Pembicaraan terus berlangsung, ada pertukaran pesan antara Washington dan Teheran, dan Qatar menjadi mediator antara kedua pihak,” ujar Al-Hashimi.

Ia menambahkan bahwa penyelesaian konflik membutuhkan “upaya terbaik” melalui solusi yang dinegosiasikan dengan mempertimbangkan kekhawatiran seluruh pihak.

Qatar bersama Pakistan menjadi mediator antara Washington dan Teheran untuk mengakhiri perang yang dimulai pada akhir Februari. Kesepakatan awal pada Juni gagal menghentikan pertempuran.

Bahas Kasus Pilot Iran

Ketika ditanya mengenai kasus pilot Iran yang ditembak jatuh, Al-Hashimi mengatakan Qatar sejak awal telah menjelaskan bahwa persoalan tersebut telah ditangani dan Iran telah diberi informasi mengenai perkembangan terbaru.

Ia mengatakan Doha terbuka menerima kunjungan Iran untuk meninjau langkah-langkah yang telah diambil dalam menangani kasus tersebut.

Pada Selasa, Kantor berita resmi Iran IRNA melaporkan bahwa Menteri Dalam Negeri Eskandar Momeni tengah mengunjungi Doha untuk melakukan pembicaraan.

Momeni mengatakan pembahasan mencakup kasus para pilot dan delegasi teknis lain akan dikirim untuk melanjutkan penanganan persoalan tersebut.

Ia juga mengatakan perkembangan regional turut dibahas. Menurut IRNA, Momeni menyebut pertemuan tersebut “produktif dan konstruktif” serta membuka prospek kerja sama di masa depan.

Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran pada 15 Agustus mengatakan Qatar menahan tiga dari empat pilot Iran yang berada di dalam dua jet tempur yang jatuh selama perang dengan AS dan Israel. Iran menyebut ketiganya telah ditahan di Qatar selama enam bulan. Doha membantah klaim tersebut.

Qatar mengatakan pada 2 Maret bahwa pihaknya menembak jatuh dua pesawat Su-24 Iran yang mendekat dari wilayah Iran. Teheran mengatakan pesawat tempurnya menjadi sasaran ketika melakukan serangan terhadap sebuah pangkalan AS di Qatar.

Iran kemudian mengatakan jenazah Majid Kazemi telah dikembalikan dan dimakamkan. Sementara itu, nasib tiga pilot lainnya masih belum jelas, menurut pejabat Iran.

Qatar Dukung Aliansi Makkah

Mengenai perkembangan regional, Al-Hashimi mengatakan Qatar mendukung inisiatif negara-negara kawasan untuk menjaga keamanan, kedaulatan, dan integritas wilayah, termasuk Pakta Pertahanan Makkah yang melibatkan Turki, Arab Saudi, dan Pakistan.

Menurutnya, aliansi tersebut memperkuat kerja sama regional untuk mempertahankan kemampuan dan stabilitas negara-negara anggotanya.

Qatar juga mendukung setiap inisiatif yang berkontribusi terhadap keamanan dan stabilitas kawasan. Namun, Al-Hashimi mengatakan masih terlalu dini untuk membahas kemungkinan Qatar bergabung dengan Pakta Pertahanan Makkah.

Ia kembali menegaskan dukungan Doha kepada Arab Saudi atas langkah-langkah yang diambil untuk menjaga keamanan dan integritas wilayahnya.

“Kami mengecam pendekatan tidak bertanggung jawab yang dilakukan kelompok Houthi dalam menargetkan Kerajaan, situs-situs suci Islam, dan objek sipil, serta mendukung Kerajaan dalam seluruh langkah yang diambil untuk menjaga keamanan dan integritas wilayahnya,” kata Al-Hashimi.

Ia menambahkan bahwa informasi lebih lanjut mengenai kunjungan Menteri Dalam Negeri Iran akan diumumkan oleh Kementerian Dalam Negeri Qatar.

(Willy Haryono)