BMKG Terbitkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi pada 5-8 Oktober

Gelombang tinggi. Dok. Medcom.id

BMKG Terbitkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi pada 5-8 Oktober

Angel Rinella • 5 October 2026 11:48

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada 5-8 Oktober 2026. Gelombang laut diprakirakan dapat mencapai ketinggian hingga 4 meter di beberapa wilayah.

Melalui akun Instagram resminya @infobmkg, menyampaikan peringatan dini tersebut pada Minggu, 4 Oktober 2026. Masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir maupun perairan diminta lebih waspada terhadap kondisi laut pada periode tersebut. 

Kondisi gelombang tinggi dapat mempengaruhi berbagai kegiatan di laut, termasuk aktivitas nelayan dan transportasi laut. Situasi tersebut perlu diperhatikan karena kondisi perairan yang tidak bersahabat dapat meningkatkan risiko keselamatan bagi masyarakat yang beraktivitas di laut.

BMKG menjelaskan kondisi angin turut berperan dalam meningkatkan gelombang laut di sejumlah wilayah Indonesia. Di bagian utara ekuator, angin umumnya bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 6-20 knot, sedangkan di selatan ekuator angin bertiup dari timur hingga tenggara dengan kecepatan 6-25 knot.

Wilayah dengan Potensi Gelombang hingga 4 Meter

BMKG mencatat kecepatan angin tertinggi berada di sejumlah wilayah perairan Indonesia. Area tersebut meliputi Samudra Hindia barat Kepulauan Nias hingga Lampung, Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Barat, Laut Jawa, Selat Makassar, Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Sulawesi, Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua Barat, serta Laut Arafuru.

Kondisi tersebut turut meningkatkan potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan. BMKG memprakirakan gelombang dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter dapat terjadi di wilayah berikut:

  • Samudra Hindia barat Bengkulu

  • Samudra Hindia barat Lampung

  • Samudra Hindia selatan Banten

  • Samudra Hindia selatan Jawa Barat

  • Samudra Hindia selatan Jawa Tengah

  • Samudra Hindia selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)

  • Samudra Hindia selatan Jawa Timur

  • Samudra Hindia selatan Bali

  • Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat (NTB)

Gelombang setinggi itu perlu menjadi perhatian bagi nelayan, pengguna transportasi laut, dan masyarakat yang melakukan kegiatan di sekitar pesisir. Kewaspadaan terutama diperlukan saat kondisi laut berubah dan gelombang meningkat.

Wilayah dengan Potensi Gelombang 1,25-2,5 Meter

Selain wilayah yang berpotensi mengalami gelombang hingga 4 meter, sejumlah perairan lainnya juga diprakirakan mengalami gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter. Berikut wilayah yang masuk dalam prakiraan tersebut:

  • Selat Malaka bagian utara

  • Samudra Hindia barat Aceh

  • Samudra Hindia barat Kepulauan Nias

  • Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai

  • Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur (NTT)

  • Laut Jawa bagian barat

  • Laut Jawa bagian tengah

  • Laut Jawa bagian timur

  • Selat Makassar bagian selatan

  • Selat Makassar bagian tengah

  • Laut Sulawesi bagian barat

  • Laut Bali

  • Laut Sumbawa

  • Laut Maluku

  • Samudra Pasifik utara Maluku

  • Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya

  • Samudra Pasifik utara Papua Barat

  • Samudra Pasifik utara Papua

  • Laut Arafuru bagian tengah

  • Laut Arafuru bagian timur

BMKG mengingatkan masyarakat yang berada di wilayah pesisir maupun perairan agar terus memperhatikan perkembangan cuaca dan kondisi gelombang laut pada 5-8 Oktober 2026. Potensi gelombang hingga 4 meter perlu diwaspadai, terutama oleh nelayan dan pelaku pelayaran yang melakukan aktivitas di laut.

Masyarakat dapat memperoleh informasi terbaru mengenai cuaca maritim, prakiraan gelombang, dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG. Pembaruan informasi tersebut dapat menjadi acuan sebelum melakukan aktivitas di wilayah perairan.

(Arga Sumantri)