Kualitas Udara Kota Sorong Masuk Kategori Tidak Sehat

Staf Bidang Data dan Informasi Stasiun Pemantauan Atmosfer Global (GAW) BMKG Sorong Harashta Yuqdha Anzar. ANTARA/Yuvensius Lasa Banafanu

Kualitas Udara Kota Sorong Masuk Kategori Tidak Sehat

Silvana Febiari • 3 October 2026 20:19

Sorong: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kualitas udara di Kota Sorong, Papua Barat Daya, berada pada kategori tidak sehat. Kondisi tersebut berdasarkan hasil pemantauan konsentrasi partikulat halus atau PM2,5 dalam 24 jam terakhir.

Staf Bidang Data dan Informasi Stasiun Pemantauan Atmosfer Global (GAW) BMKG Sorong, Harashta Yuqdha Anzar, mengatakan konsentrasi PM2,5 yang diukur selama 24 jam mencapai rata-rata 75,32 mikrogram per meter kubik.

"Kalau dirata-rata dalam 24 jam nilainya 75,32. Kemudian dikonversi ke ISPU, nilainya 121 yang masuk kategori tidak sehat," kata Harashta, dilansir dari Antara, Sabtu, 3 Oktober 2026. 


Ia menjelaskan data tersebut merupakan hasil pemantauan sejak pukul 09.00 WIT hari sebelumnya hingga pukul 08.00 WIT pada hari pengukuran. Kemudian diolah pada pukul 09.00 WIT.

Konsentrasi PM2,5 tertinggi selama periode pemantauan mencapai 114,4 mikrogram per meter kubik. Sedangkan terendah 52,2 mikrogram per meter kubik.

Menurut Harashta, salah satu faktor yang berkontribusi terhadap memburuknya kualitas udara di Sorong adalah tidak adanya hujan. Partikulat di udara lebih sulit berkurang secara alami.

"Selain faktor cuaca, hasil pemantauan juga menunjukkan adanya sejumlah titik panas atau hotspot di beberapa wilayah Papua," ujarnya.

Meskipun jumlah titik panas di Kota Sorong tidak terlalu banyak, asap dari wilayah lain dapat mempengaruhi kualitas udara akibat pergerakan massa udara dan arah angin. Titik panas terpantau di sejumlah wilayah, antara lain Fakfak, Kaimana, Merauke, Mappi, dan Boven Digoel.

"Memang anginnya itu sedang berpola bergerak dari tenggara menuju barat laut. Jadi memang dari Merauke terbawa sampai ke Fakfak. Yang dari Kaimana juga terbawa sampai ke Sorong," tuturnya.


Warga memadamkan api yang melanda kawasan hutan dan lahan di Kampung Malaumkarta, Distrik Makbon, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Selasa, 22 September 2026. (ANTARA/HO-Dokumentasi)


Dengan kondisi atmosfer dan pola angin yang masih berlangsung, kualitas udara di Kota Sorong berpotensi berada pada kondisi serupa dalam beberapa hari ke depan. 

Kondisi tersebut dapat berlangsung sekitar tiga hingga tujuh hari. Namun, perkembangannya tetap bergantung pada kondisi cuaca, hujan, arah angin, serta sumber partikulat di wilayah sekitar.

Dia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat kualitas udara berada pada kategori tidak sehat. Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama aktivitas fisik berat, serta menghindari paparan asap.

"Masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan juga disarankan menggunakan masker yang sesuai, menghindari pembakaran di ruang terbuka, serta menutup pintu dan jendela ketika kondisi udara di luar berasap," ucapnya.

Dia juga meminta masyarakat untuk memantau perkembangan kualitas udara dan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG.

(Silvana Febiari)