Jadi Kepala Bakom RI, Syahganda: Ini Ngeri-ngeri Sedap

Kepala Bakom RI Syahganda Nainggolan. Dok. Tangkapan Layar

Jadi Kepala Bakom RI, Syahganda: Ini Ngeri-ngeri Sedap

Achmad Zulfikar Fazli • 6 October 2026 15:30

Jakarta: Syahganda Nainggolan melakukan serah terima jabatan (sertijab) sebagai Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI menggantikan M Qodari. Syahganda menilai jabatan Kepala Bakom bukan pekerjaan mudah.

Terus terang amanah yang diberikan oleh Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden kepada saya dan tentunya mungkin kepada Pak Waka, ini ngeri-ngeri sedap buat saya,” ujar Syahganda dalam sertijab Kepala Bakom RI, di Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2026.

Dia menukil pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengibaratkan pergantian atau mutasi petinggi negara seperti permainan sepak bola. Jajaran pemain top digeser untuk memperkuat posisi strategis lain, seperti Qodari yang diangkat menjadi Sekretaris Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

“Kalau dalam tim sepak bola. Ada yang striker, ada bek belakang, ada gelandang tengah dan lain-lain, jadi mungkin striker-striker yang top itu kaya Pak Qodari masuk dulu ke sana ke Wantimpres, saya pemain luar soalnya, cadangan juga belum, tiba-tiba masuk ke mari nih Pak Qodari, dicemplungkan oleh beliau pada satu beban yang menurut saya cukup berat,” kata Syahganda.
 

Batal jadi Dubes RI untuk Turki

Syahganda menceritakan momen sebelum dilantik menjadi Kepala Bakom. Awalnya, dia akan ditugaskan sebagai Duta Besar RI Turki.

Namun, Presiden Prabowo berubah pikiran dan membatalkan penugasan tersebut. Alasannya, Presiden ingin Syahganda tetap berada di Indonesia

“Saya awalnya diplot jadi duta besar di Turki, sudah jelas tempatnya, karena beliau sendiri bulan Maret sudah menyampaikan. (Tapi) tidak jadi, karena Bapak tetap menginginkan Anda di Indonesia, saya tolak H-2, H-1 muncul lagi itu, ya sudah saya siap,” ujar Syahganda.

Kepala Bakom RI Syahganda Nainggolan. Dok Tangkapan Layar
 

Pastikan Pemikiran Presiden Sampai ke Masyarakat

Setelah dilantik menjadi Kepala Bakom, Syahganda bersama wakilnya, Fadli Tri Hartono, langsung dipanggil Presiden Prabowo ke Hambalang, Jawa Barat. Mereka berdiskusi selama kurang lebih dua jam untuk membahas pola komunikasi pemerintah.

Syahganda mengatakan Presiden ingin pemikiran dan programnya bisa sampai ke masyarakat yang paling bawah. Presiden juga ingin pemikiran masyarakat yang paling bawah bisa sampai ke telinganya.

“Ini yang diminta, jadi bagaimana kita ini mendengarkan suara rakyat. Pesannya itu. Nah beban itu sampai ke saya yang orang baru, untung ada Pak Waka (Fadli Tri Harton) yang orang lama di sini. Pak Waka sudah dua tahun menjadi staf khusus Menteri Sekretaris Negara, jadi lebih hafal situasinya dibanding saya yang jadi anak buahnya Rocky Gerung politik jalanan,” ujar Syahganda.

Dia memastikan akan menjalankan amanah sebagai Kepala Bakom tersebut. Dia juga langsung bergerak cepat dengan melihat perkembangan yang berjalan di Bakom RI.

Menurut dia, perkembangan Bakom sangat baik lewat kerja sama yang dijalin dengan humas-humas untuk menyampaikan pemikiran Presiden kepada masyarakat. Selain itu, banyak kementerian dan institusi yang memiliki instrumen untuk menyampaikan pemikiran Presiden, seperti adanya aplikasi Lapor Pak Mentan hingga Lapor Pak Polisi.

“Alhamdulillah Bakom ini sudah tumbuh berkembang, mudah mudahan beban kepada saya dan Pak Waka tidak terlalu berat lagi, kita tinggal meneruskan apa yang telah dilakukan Pak Qodari selama ini,” ujar Syahganda.

(Achmad Zulfikar Fazli)