Mendes Sebut Kopdes Merah Putih Jawab Masalah Mendasar Warga Desa

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes), Yandri Susanto dalam Program Cover Both Sides. Foto: Tangkapan Layar Youtube Metro TV

Mendes Sebut Kopdes Merah Putih Jawab Masalah Mendasar Warga Desa

Muhamad Marup • 7 October 2026 23:22

Jakarta: Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes), Yandri Susanto menerangkan, program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes/KDMP) hadir untuk menjawab masalah mendasar warga desa. Tidak hanya kebutuhan konsumsi atau usaha, tapi juga perihal pinjaman dana.

"Kenapa Kopdes ini mestilah hadir di desa-desa? Karena Bapak Presiden melihat selama ini persoalan yang mendasar," ujar Yandri, dalam program Cover Both Sides Metro TV, Rabu, 7 Oktober 2026, pukul 21.05 WIB.

Ia mencontohkan, saat ini banyaknya warga desa terjebak dengan pinjaman online atau rentenir dengan skema bunga harian yang menyulitkan warga. Nantinya, Kopdes akan menghadirkan program pinjaman dengan bunga rendah.

"Maka akan hadir nanti di Kopdes itu pinjaman yang dari Bank Himbara dengan bunga rendah. Nah itu kan solusi," jelasnya.

Segini Rincian Gaji dan Tunjangan Kopdes Merah Putih

Ilustrasi koperasi desa merah putih. Foto: Dok Setneg

Yandri menambahkan, Kopdes juga mengatasi masalah pertanian. Hasil panen raya para petani yang tidak terjual bisa dibeli oleh Kopdes.

Selain itu, lanjutnya, barang-barang bersubsidi seperti pupuk dan gas LPG juga akan jadi produk yang dijual di Kopdes. Menurutnya, banyak barang-barang subsidi yang justru dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Contoh gas 3 kilogram. HET-nya kan langsung 18 ribu, tapi faktanya kan (dijual) 25 ribu sampai 30 ribu," katanya.

Yandri menekankan, fungsi-fungsi tersebut membuat Kopdes menjadi infrastruktur pemerintah untuk menjangkau rakyat di pedesaan. Dengan demikian, warga desa bisa langsung menerima program-program seperti subsidi dan bantuan lainnya.

"Kopdes akan menjadi alat pemerintah untuk memastikan bahwa barang-barang bersubsidi ini benar-benar dinikmati oleh rakyat yang benar-benar harus mendapatkan subsidi," ucapnya.

(Muhamad Marup)