Banjir bandang menerjang permukiman di Desa Mlaya, Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. (Metro TV/ Fitria Nur Budianto)
Banjir Bandang Terjang Permukiman di Banjarnegara, Delapan Rumah Rusak
Metro TV • 1 November 2026 08:42
Banjarnegara: Detik-detik mencekam terjadi saat banjir bandang menerjang permukiman warga di Desa Mlaya, Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Hujan deras selama berjam-jam memicu aliran air bercampur lumpur dan material tanah dari perbukitan yang tiba-tiba menerjang rumah warga.
Sekretaris Desa Mlaya, Sarwanto, mengatakan banjir bandang terjadi akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah tersebut selama berjam-jam. Kondisi itu menyebabkan aliran air membawa material lumpur dari kawasan perbukitan menuju permukiman warga.
"Karena intensitas hujan itu sangat tinggi sehingga airnya itu membawa material lumpur," kata Sarwanto di Banjarnegara, Minggu, 1 November 2026.
Akibat terjangan banjir bandang, delapan rumah warga rusak. Satu rumah di antaranya rusak berat setelah bagian temboknya jebol diterjang material banjir.
Selain itu, dua sepeda motor milik warga sempat tertimbun material tanah. "Ada dua sepeda motor tertimbun, tapi alhamdulillah kemarin menjelang magrib motor tersebut sudah kita evakuasi dan amankan," ucap Sarwanto.
Meski sempat dilanda kepanikan, seluruh warga berhasil menyelamatkan diri. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
"Warga sangat panik, mereka berhasil menyelamatkan diri sehingga nihil kerusakan," ungkap Sarwanto.

Banjir bandang menerjang permukiman di Desa Mlaya, Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. (Metro TV/ Fitria Nur Budianto)
Sebelumnya, rekaman kamera warga memperlihatkan derasnya banjir bandang yang menerjang permukiman di Desa Mlaya. Air bercampur lumpur dan material tanah dari perbukitan tiba-tiba mengalir deras menuju rumah-rumah warga.
Warga yang terkejut langsung berlari menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman. Sebagian lainnya berupaya mengamankan barang-barang berharga, sementara warga lain bergotong royong membuat saluran air darurat untuk mengalihkan aliran banjir agar tidak semakin meluas.
Pasca-bencana, puluhan warga bersama personel TNI dan Polri bergotong royong membersihkan lumpur serta material tanah yang menutupi rumah dan lingkungan sekitar.
Sementara itu, BPBD Banjarnegara mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan perbukitan, untuk meningkatkan kewaspadaan saat hujan deras berlangsung dalam waktu lama. Warga diminta segera menjauh dari area rawan dan mengungsi ke tempat aman apabila menemukan tanda-tanda pergerakan tanah. (Fitria Nur Budianto)