Juru bicara Partai Gerindra Bahtra Banong.
SPPG Tak Patuh SOP Dinilai Pemicu Kasus Keracunan MBG Berulang
Arga Sumantri • 9 September 2026 22:32
Jakarta: Kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan. Juru bicara Partai Gerindra Bahtra Banong mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan perbaikan tata kelola MBG.
"Tata kelolanya harus benar-benar diperbaiki sehingga tidak terjadi lagi keracunan-keracunan," kata Bahtra dalam Cover Both Sides yang tayang di Metro TV, Rabu, 9 September 2026.
Ia mengatakan perbaikan tata kelola tak cukup di tingkat BGN, melainkan harus menyentuh level paling bawah yaitu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia menilai sejak pergantian kepemimpinan, BGN telah menetapkan standar operasional prosedur (SOP) yang lebih ketat terkait pengelolaan MBG.
"Harus memang ada langkah cepat dan tegas bagi dapur yang masih tidak menerapkan standar SOP yang sudah ditetapkan BGN," ujar dia.
Ia meyakini, kasus keracunan tak akan terjadi apabila SPPG benar-benar mematuhi standar yang ditetapkan BGN. Mulai dari standarisasi keamanan pangan, pengolahan, hingga pendistribusiannya.
"Problemnya di tingkat bawah, kita harus turun sampai ke level bawah apakah setiap dapur sudah memenuhi standar SOP BGN, paling utama bagi kami kepala SPPG harus dimintai pertanggung jawaban," ujar dia.

Cover Both Sides edisi Keracunan MBG: Tanggung Jawab Siapa?
Lalai SOP
Dokter/Ahli Gizi Masyarakat Tan Shot Yen menilai ada faktor kelalaian pada kasus keracunan MBG. Menurut dia, masih ada sejumlah SPPG yang tidak menerapkan standar keamanan pangan yang benar."Paling penting sekarang rantai pasok dari hulu ke hilir harus benar," kata Tan.
Tan mengatakan proses penyaluran MBG harus benar-benar diperhatikan sejak pembelian bahan baku, pengolahan, bahkan penyimpanannya. Standar kesehatan pangan harus benar-benar menjadi perhatian seluruh penyelenggara.
"Pertama kali dari bahan baku dibeli, dipilah, di-storage. Kemarin juga ada menu daging yang bermasalah karena penyimpanannya," ungkap Tan.