Dokumen penyaluran bantuan air bersih di desa rawan kekeringan pada 2025 di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. ANTARA/HO-Pemkab Bangkalan
BPBD: 17 Desa di Bangkalan Berpotensi Kekeringan Ekstrem
Lukman Diah Sari • 7 June 2026 21:06
Bangkalan: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, mencatat sebanyak 17 desa yang tersebar di tiga kecamatan berpotensi mengalami kekeringan ekstrem, pada musim kemarau 2026.
"Ini berdasarkan hasil pemetaan yang kami lakukan, dan berdasarkan laporan kepala desa yang disampaikan kepada BPBD Kabupaten Bangkalan," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bangkalan M Zainul Qomar, di Bangkalan, Jawa Timur, Minggu, 7 Juni 2026, melansir Antara.
"Di Kecamatan Konang ada lima desa yang, sedangkan di Kecamatan Geger dan Kecamatan Kokop masing-masing enam desa," kata Qomar.
Selain di 17 desa yang tersebar di tiga kecamatan itu, kekeringan juga berpotensi terjadi di 10 desa lain di Kabupaten Bangkalan. Hanya saja,tidak separah di 17 desa, karena sumber mata air milik warga seperti sumur masih tersedia.

Ilustrasi kondisi sawah yang mulai kekeringandi daerah tetangga Kabupaten Gowa, Sulsel sebagai dampak dari El Nino. ANTARA/Suriani Mappong
"Berdasarkan jumlah KK, ada sekitar 15.789 keluarga yang berpotensi mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih di Bangkalan pada musim kemarau tahun ini," jelas dia.
Terkait potensi kekeringan dan kekurangan air bersih itu, BPBD Bangkalan telah menyiapkan cadangan awal berupa 300.000 liter air bersih yang siap didistribusikan secara bertahap ke desa-desa yang membutuhkan.
"Prosedurnya, warga yang membutuhkan bantuan melaporkan kepada aparat desa, dan aparat desa nanti yang akan menghubungi kami untuk bantuan distribusi air bersih tersebut," ujar Qomar.