Menteri Luar Negeri Sugiono suarakan dukungan dan solidaritas kemanusiaan untuk Myanmar. Foto: Kementerian Luar Negeri
Menlu Sugiono Tegaskan Solidaritas Indonesia dan Dukungan bagi Perdamaian Myanmar
Fajar Nugraha • 9 June 2026 07:08
Naypyidaw: Menteri Luar Negeri Sugiono, melakukan kunjungan ke Naypyidaw, Myanmar, dan melaksanakan kunjungan kehormatan kepada Presiden Myanmar, Min Aung Hlaing.
Dalam pertemuan tersebut, Menlu Sugiono menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto, yang menegaskan komitmen Indonesia untuk mendukung terciptanya perdamaian yang inklusif dan berkelanjutan di Myanmar.
Menlu Sugiono menyampaikan kesiapan Indonesia untuk bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan di Myanmar guna mendorong dialog dan mendukung upaya penyelesaian konflik secara damai.
“Indonesia juga menegaskan keyakinannya bahwa proses perdamaian yang berkelanjutan perlu bersifat Myanmar-owned dan Myanmar-led, serta menekankan pentingnya implementasi Five-Point Consensus ASEAN sebagai kerangka bersama dalam mendukung penyelesaian situasi di Myanmar,” sebut pernyataan Kementerian Luar Negeri, Selasa 9 Juni 2026.
Kunjungan ini juga mencerminkan solidaritas Indonesia yang selama ini diberikan kepada masyarakat Myanmar melalui berbagai bantuan kemanusiaan, kesehatan, dan penanggulangan bencana, termasuk saat terjadi gempa Myanmar pada tahun 2025. Dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Indonesia untuk membantu masyarakat Myanmar secara inklusif.
Selain melakukan pertemuan dengan Presiden Myanmar, Menlu Sugiono juga mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Myanmar, U Tin Maung Swe. “Kedua Menteri membahas isu-isu yang menjadi perhatian bersama pada tingkat bilateral maupun kawasan, sekaligus upaya untuk memperkuat kerja sama ekonomi, pendidikan, dan hubungan antar-masyarakat kedua negara,” imbuh pernyataan itu.
Indonesia menilai Myanmar sebagai bagian dari keluarga besar ASEAN. Oleh karena itu, Indonesia akan terus bekerja sama secara konstruktif dengan Myanmar dan seluruh negara anggota ASEAN untuk mewujudkan kawasan yang damai, stabil, dan sejahtera.
Kunjungan Menlu Sugiono ini juga merupakan bagian dari engagement berkelanjutan negara-negara ASEAN dengan Myanmar dalam mendukung upaya perdamaian dan stabilitas di negara tersebut. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Filipina, Thailand, dan Malaysia telah melakukan kunjungan ke Myanmar.
Indonesia dan Myanmar memiliki hubungan diplomatik yang telah terjalin sejak 1949. Enam tahun kemudian, kedua negara sama-sama menjadi penggagas Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Bandung yang memperkuat semangat solidaritas, kemerdekaan, dan kerja sama antar negara-negara berkembang. Kedekatan historis tersebut menjadi fondasi bagi penguatan kemitraan Indonesia–Myanmar di mendatang.