Ilustrasi hujan deras. Foto: Metrotvnews.com/Khairunnisa.
Hujan Diprediksi Guyur Pulau Bintan Hingga Sepekan ke Depan
Silvana Febiari • 18 February 2026 19:29
Bintan: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang memprediksi hujan masih mengguyur wilayah Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), hingga sepekan ke depan. Pulau ini mulai diguyur hujan pada awal bulan Februari 2026, setelah dilanda kemarau sejak Desember 2025.
"Potensi hujan diperkirakan masih berlanjut selama sepekan hingga sepuluh hari ke depan, namun tidak setiap hari, misalnya satu hari hujan dan satu hari tidak," kata Prakirawan BMKG Tanjungpinang Fadris, dilansir dari Antara, Rabu, 18 Februari 2026.
Menurut Fadris, faktor curah hujan pada awal Ramadan dipengaruhi oleh posisi geografis Pulau Bintan yang terletak dekat ekuator. Apalagi, Pulau Bintan memiliki iklim tropis dengan curah hujan tinggi sepanjang tahun.
"Berbeda dengan daerah lain di Indonesia pada umumnya, untuk di Pulau Bintan hari hujannya lebih banyak," ujar dia.
Saat ini, gelombang di wilayah perairan selatan seperti Tanjungpinang, Bintan, Batam, Lingga, dan Karimun masih relatif rendah. Ketinggian gelombang 0,5 sampai 1,2 meter.
Namun, yang perlu diwaspadai adalah wilayah perairan utara, meliputi Natuna dan Anambas. Gelombang laut dengan ketinggian kategori sedang diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter.
"Segala aktivitas pelayaran perlu mewaspadai kondisi gelombang di perairan Natuna dan Anambas, karena memang cukup tinggi," ungkap Fadris.

Ilustrasi hujan. Foto: Freepik.com
BMKG mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah pada musim hujan di awal Ramadan 2026. Khususnya pengendara sepeda motor maupun roda empat agar mewaspadai kondisi jalan licin hingga jarak pandang terbatas.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai potensi banjir, longsor, serta pohon tumbang. Semua ini dipengaruhi oleh cuaca hujan disertai angin yang diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
"Pantau terus informasi cuaca terkini dari BMKG melalui saluran resmi guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi," demikian Fadris.