Laga Semen Padang vs Madura United di Stadion Haji Agus Salim, Rabu, 29 April 2026. Ileague.id
Takluk dari Madura United, Semen Padang Makin Dekat ke Degradasi
Whisnu Mardiansyah • 30 April 2026 13:12
Padang: Semen Padang FC kembali mencatat hasil buruk usai menjalani laga pekan ke-30 BRI Super League 2025/26. Berlaga di kandang sendiri, Stadion Haji Agus Salim, Padang, Rabu sore, 29 April 2026, Kabau Sirah takluk dengan skor tipis 0-1 dari kompetitor di papan bawah, Madura United FC.
Gol tunggal Madura United dicetak melalui sundulan Jose Brandao Junior pada menit ke-15. Gol tersebut berawal dari umpan silang yang memaksimalkan celah di sisi kiri pertahanan Semen Padang.
Kekalahan ini membuat Semen Padang mencatat lima kekalahan secara beruntun. Posisi tim di papan klasemen pun semakin mendekati jurang degradasi.
Dari 30 laga yang telah dijalani, Semen Padang baru mengoleksi 20 poin dan kini berada di peringkat ke-17. Di posisi ke-16, Persis Solo memiliki 27 poin, sementara Madura United bertengger di peringkat ke-15 dengan 29 poin.
"Pertama tentunya saya mohon maaf kepada suporter dan masyarakat Sumatera Barat. Segala upaya sudah kami lakukan, tetapi faktanya kita kalah. Saya tidak mau menyalahkan siapa pun. Ini kesalahan saya sebagai pelatih," ujar pelatih Semen Padang FC, Imran Nahumarury, di Padang, dikutip Ileague.id, Rabu, 29 April 2026.
Mantan pelatih Malut United FC itu mengungkapkan perjuangan keras di lapangan hanya dijalankan oleh sejumlah pemain saja.
"Saya lihat, ada beberapa pemain tampil maksimal, ada yang tidak. Tetapi saya sudah sampaikan tidak akan menyalahkan pemain. Ini tanggung jawab saya sebagai pelatih. Kami sudah perbaiki aspek serangan, pertahanan, dan transisi. Namun mentalitas yang akhirnya berbicara. Saya tetap apresiasi beberapa pemain yang tampil luar biasa hari ini," ujarnya.

Pemain Semen Padang FC. Dokumentasi/ ILeague
Meskipun Semen Padang sudah berada di tepi jurang degradasi dengan hanya menyisakan empat laga, Imran Nahumarury memastikan tidak akan menyerah.
"Secara kalkulasi matematika memang demikian (dekat dengan degradasi). Namun saya punya tanggung jawab pada kondisi apa pun. Saya akan bertahan hingga akhir kompetisi," tegasnya.
Mengenai kemungkinan faktor kelelahan akibat jadwal padat di kompetisi, Imran membantahnya.
"Kelelahan karena jadwal ketat tidak bisa dijadikan alasan. Madura United dan tim lain juga menghadapi hal yang sama. Sekali lagi, ini terkait mentalitas," pungkasnya.