Ilustrasi Pexels
Robot Gantikan Seluruh Jenis Pekerjaan? Ini Jawaban Pakar
Muhamad Marup • 30 April 2026 11:44
Jakarta: Di era perkembangan teknologi seperti sekarang, muncul wacana bahwa robot dapat menggantikan seluruh jenis pekerjaan. Kini, industri robot humanoid telah berkembang pesat dan berhasil menunjukkan kemampuannya dalam berjalan, bergerak, hingga memainkan alat musik dengan sangat presisi.
Menanggapi hal tersebut, Dosen Departemen Teknik Mesin dan Industri Universitas Gadjah Mada (UGM), Ardi Wiranata, menilai, bahwa potensi robot dalam mengurangi pekerjaan manusia sangat bergantung pada bidang dan industrinya. Ia menegaskan bahwa robot tidak serta-merta menghilangkan peran manusia sepenuhnya.
"Dalam beberapa kondisi, kemampuan manusia dinilai masih sulit untuk digantikan oleh robot," ujar Ardi, mengutip laman resmi UGM, Kamis, 30 April 2026.
Baca Juga :
Robot Humanoid R1 Pemandu Museum Palazzo Madama
Robot Hanya Alat Bantu
Ardi menerangkan, pengembangan teknologi robot bukan lah inovasi yang didapatkan secara instan, melainkan hasil pengembangan bertahap dari pengembangan teknologi yang paling dasar, yaitu mesin. Menurutnya, mesin merupakan alat yang digunakan manusia untuk membantu mencapai suatu tujuan, sedangkan robot adalah bentuk lanjutan mesin yang diotomatisasi untuk menjalankan tugas secara berulang dengan jumlah besar."Mesin itu adalah alat yang dipakai untuk membantu kita mencapai sesuatu. Nah, robot sendiri merupakan mesin yang diotomatisasi guna membantu kita untuk mencapai sesuatu tadi dengan jumlah banyak," katanya.
Ardi menegaskan bahwa tidak semua pekerjaan dapat digantikan oleh robot. Beberapa pekerjaan masih membutuhkan interaksi sesama manusia secara langsung, terutama di level yang lebih maju dan sulit digantikan oleh robot.
"Paling utama adalah kita harus sebisa mungkin beradaptasi dengan apapun jenis teknologinya," terangnya.
Keterbatasan Robot

Ilustrasi Pexels
Ardi menyoroti keterbatasan teknologi robot saat ini, seperti adanya lag atau keterlambatan respons serta kemampuan pengambilan keputusan. Robot tetap membutuhkan pemeliharaan, perbaikan, hingga koreksi sistem yang dapat membuka peran lain bagi manusia.
"Kalau masih ada lag, responnya tidak akan secepat manusia dan pengambilan keputusan belum bisa secepat kita. Sebenarnya, produksi robot itu tergantung pada kebutuhan, kondisi, dan kebutuhan industri," ungkapnya.
Ia menambahkan, tingkat risiko teknis pada robot humanoid juga masih sangat bergantung pada kualitas sensor dan sistem pemrogramannya. Hal tersebut menjadi masalah utama dalam pengembangan robot justru.
Ardi menambahkan, robot butuh kombinasi sensor yang optimal dan pemrograman yang tepat. Sensor sangat penting untuk meminimalisir risiko kesalahan atau kerusakan yang berpotensi membahayakan manusia sekitarnya.
"Tergantung ke sensor dan fungsi dari pemrogramannya. Jadi, memang perlu diperiksa dulu apakah sensor yang dipakai berbahaya atau tidak," jelasnya.