Wasit sepak bola asal Prancis, Francois Letexier. Foto: mathrubhumi.com
Profil Francois Letexier, dari Wasit Terbaik hingga Kontroversi Argentina vs Mesir
Muhamad Marup • 8 July 2026 14:21
Jakarta: Wasit sepak bola asal Prancis, Francois Letexier mendapat sorotan usai sejumlah keputusannya saat pertandingan Argentina vs. Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026 menuai kontroversi. Banyak pihak menganggap keputusannya menguntungkan tim Argentina yang berhasil keluar sebagai pemenang.
Sorotan terhadap Letexier semakin memperpanjang kontroversi di Piala Dunia 2026. Sebelumnya, pecinta sepak bola dikejutkan dengan pengakuan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang menelepon Presiden FIFA, Gianni Infantino, terkait penangguhan hukuman atas kartu merah striker Amerika Serikat, Folarin Balogun.
Terkait Letexier, wasit berusia 37 tahun itu memiliki karier cukup mentereng selama menjadi wasit. Pria kelahiran Britanny, Prancis, tersebut pernah juga mendapat penghargaan sebagai wasit terbaik.
Wasit Muda yang Tenang
Melansir english.mathrubhumi.com, Letexier merupakan wasit termuda dalam sejarah Ligue 1 saat debutnya pada tahun 2016 dan dimasukkan ke dalam daftar wasit internasional FIFA pada tahun 2017.Pria kelahiran Brittany, Prancis, 23 April 1989 memiliki reputasi sebagai sosok yang tenang di bawah tekanan membawanya naik ke kategori wasit elit UEFA pada tahun 2021.
Perjalan kariernya sebelum Piala Dunia 2026 terbilang cukup baik dengan raihan sebagai berikut:
- Wasit Piala Super UEFA 2023 antara Manchester City vs. Sevilla.
- Wasit Final UEFA Euro 2024 antara Spanyol vs. Inggris sekaligus menjadikannya ofisial termuda yang pernah memimpin final Kejuaraan Eropa pada usia 35 tahun.
- Wasit pria terbaik dunia untuk tahun 2024 oleh Federasi Internasional Sejarah dan Statistik Sepak Bola (IFFHS).
Keputusan Kontroversi Argentina vs Mesir
Dalam pertandingan Argentina vs. Mesir, Letexier mengeluarkan beberapa kebijakan kontroversial. Keputusan besar pertama terjadi pada menit ke-19, ketika Haissem Hassan menjatuhkan Nicolas Tagliafico di dalam kotak penalti.
Wasit sepak bola asal Prancis, Francois Letexier. Foto: X
Letexier langsung menunjuk titik penalti. Lionel Messi maju, tetapi kiper Mesir Mostafa Shobeir berhasil menyelamatkan penalti tersebut.
Melansir hindustantimes.com, keputusan itu bukanlah momen paling menegangkan malam itu, tetapi hal itu menetapkan standar bagi wasit dalam menilai kontak fisik di dalam kotak penalti.
Sebelumnya, Mesir merasa seharusnya mereka mendapatkan tendangan bebas berbahaya ketika Mohamed Salah dilanggar oleh Leandro Paredes di dekat tepi kotak penalti Argentina.
Letexier membiarkan permainan berlanjut, sebuah keputusan yang kemudian menjadi bagian dari keluhan Mesir yang lebih luas. Mereka merasa kontak fisik serupa tidak dinilai secara konsisten di kedua ujung lapangan. Keputusan tersebut menemukan puncaknya usai Mostafa Ziko berhasil mencetak gol ke gawang Argentina. Letexier menganulir gol tersebut setelah menemukan pelanggaran dalam proses terjadinya gol.
Kontroversi terjadi karena keputusan Letexier dinilai tidak konsisten dengan insiden lain yang tidak mendapat hukuman, termasuk ketika membiarkan pelanggaran terhadap Mohamed Salah di kotak penalti Argentina, sebelum Tim Tanggo itu mencetak gol kemenangan.