BP Tapera: Keluarga Muda Jadi Motor Permintaan Rumah Subsidi

Ilustrasi, perumahan subsidi. Foto: SiKumbang Kementerian PKP.

BP Tapera: Keluarga Muda Jadi Motor Permintaan Rumah Subsidi

Husen Miftahudin • 4 August 2026 12:48

Jakarta: Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menilai pertumbuhan keluarga muda menjadi salah satu faktor utama yang mendorong tingginya permintaan rumah subsidi di Indonesia. Kondisi tersebut membuat prospek pasar rumah subsidi pada semester II-2026 diperkirakan tetap positif.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan faktor demografi, urbanisasi, serta meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memiliki rumah sebagai aset jangka panjang menjadi pendorong utama permintaan hunian bersubsidi.

"Dari sisi demografi, pertumbuhan keluarga muda, urbanisasi, dan meningkatnya kesadaran memiliki rumah sebagai aset jangka panjang juga menjadi pendorong utama permintaan rumah subsidi," ujar Heru seperti dikutip dari Antara, Selasa, 4 Agustus 2026.

Heru mengatakan pengembang bersama pemerintah kini semakin memperhatikan kualitas kawasan perumahan subsidi. Pengembangan tidak hanya berfokus pada pembangunan rumah, tetapi juga mencakup konektivitas kawasan, akses jalan, jaringan air bersih, transportasi, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga kawasan komersial.

Menurut dia, peningkatan kualitas infrastruktur tersebut akan memperkuat daya tarik rumah subsidi bagi masyarakat. "Prospek pasar rumah subsidi pada semester II-2026 masih sangat positif," jelas Heru.
 



(Ilustrasi. Foto: dok Kementerian PKP)
 

Backlog perumahan masih tinggi


BP Tapera menilai tingginya backlog kepemilikan rumah menunjukkan kebutuhan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) masih sangat besar dan belum sepenuhnya terpenuhi.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, pemerintah terus memperkuat pembiayaan melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Pada 2026, pemerintah menargetkan penyaluran pembiayaan FLPP untuk 350 ribu unit rumah subsidi.

BP Tapera juga mencatat rumah subsidi melalui skema FLPP semakin diminati kalangan muda. Heru mengungkapkan realisasi penyaluran FLPP sepanjang 2025 mencapai 278.868 unit rumah, dengan sekitar 62 persen penerimanya berasal dari kelompok Generasi Z dan milenial berusia 19 hingga 30 tahun.

Menurut dia, data tersebut menunjukkan kesadaran generasi muda untuk memiliki rumah sebagai investasi jangka panjang terus meningkat.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan sektor perumahan menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional.

Menurut AHY, pembangunan rumah tidak hanya bertujuan menyediakan hunian, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat fondasi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

(Husen Miftahudin)