Menlu Sugiono Dorong OKI Perkuat Koordinasi untuk Perdamaian Palestina

Menlu Sugiono dalam Pertemuan Koordinasi Tahunan Menteri Luar Negeri OKI di New York, 24 September 2026. (Kemlu RI)

Menlu Sugiono Dorong OKI Perkuat Koordinasi untuk Perdamaian Palestina

Willy Haryono • 26 September 2026 10:45

New York: Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan pentingnya persatuan negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk memperkuat solidaritas dan kerja sama dalam menyuarakan kepentingan dunia Islam, termasuk seputar isu Palestina.

"Persatuan di antara negara-negara anggota OKI akan memperkuat solidaritas dan kerja sama untuk menyuarakan kepentingan dunia Islam," kata Menlu Sugiono dalam Pertemuan Koordinasi Tahunan Menteri Luar Negeri OKI di sela-sela High-level Week Sidang Majelis Umum PBB sesi ke-81 di New York, Amerika Serikat pada Kamis lalu.

Menlu Sugiono menekankan bahwa Palestina tetap menjadi perhatian utama OKI. Kekerasan yang masih dihadapi rakyat Palestina di Gaza serta perluasan permukiman ilegal di Tepi Barat dan Yerusalem Timur oleh Israel dinilai terus menghambat upaya mewujudkan solusi dua negara.

Menurut Menlu Sugiono, berlanjutnya situasi tersebut tidak terlepas dari belum adanya akuntabilitas atas pelanggaran hukum internasional yang dilakukan oleh Israel. Ketiadaan konsekuensi memungkinkan pelanggaran terus terjadi dengan dampak yang semakin meluas hingga mengancam stabilitas kawasan.

"Hukum internasional harus ditegakkan dan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pelanggaran harus dimintai pertanggungjawaban," ujar Menlu Sugiono, dalam keterangan di situs Kemlu RI, Jumat, 25 September 2026.

Di tengah semakin luasnya pengakuan internasional terhadap Palestina, Indonesia mendorong OKI memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat koordinasi dan kesatuan dalam menyuarakan perdamaian yang berkelanjutan di Palestina.

Indonesia juga mendorong implementasi Peta Jalan Perdamaian di Gaza yang turut memperkuat persatuan nasional dan kapasitas pemerintahan Palestina.

"Upaya perdamaian perlu berjalan seiring dengan penguatan kemampuan rakyat Palestina dalam menentukan dan mengelola masa depannya sendiri," ucap Menlu Sugiono.

Ia turut menyoroti pentingnya peran OKI yang lebih luas dalam menghadapi berbagai tantangan global. Dengan hampir dua miliar masyarakat Muslim di seluruh dunia, dia menilai OKI memiliki kekuatan kolektif yang signifikan untuk turut membentuk sistem internasional yang lebih inklusif, termasuk melalui reformasi PBB.

Pertemuan tersebut turut membahas sejumlah isu yang menjadi perhatian bersama negara-negara anggota OKI.

Pada kesempatan tersebut, negara-negara anggota OKI juga menyampaikan ucapan selamat dan dukungan kepada Sekretaris Jenderal OKI periode 2026-2031, Yang Mulia Ismail Ould Cheikh Ahmed, yang terpilih pada Konferensi Tingkat Menlu Luar Biasa OKI di Jeddah, 27 Agustus 2026.

Baca juga: Indonesia Desak OKI Bertindak Nyata Hadapi Israel di Wilayah Palestina

(Willy Haryono)