Presiden Brasil Kritik Trump: Hanya Berhak Memerintah AS, Bukan Negara Lain

Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva. (Anadolu Agency)

Presiden Brasil Kritik Trump: Hanya Berhak Memerintah AS, Bukan Negara Lain

Willy Haryono • 22 September 2026 06:41

New York: Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva mengatakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berhak memerintah AS, tetapi tidak memiliki hak untuk mengatur negara lain.

Lula menyampaikan pernyataan tersebut dalam wawancara dengan jurnalis CNN Christiane Amanpour pada Senin, 21 September 2026.

“Presiden Trump terpilih untuk menjadi presiden AS. Dia berhak memerintah. Namun, dia tidak berhak memerintah negara lain,” kata Lula.

“Ia tidak berhak memaksakan kehendaknya,” lanjutnya.

Lula mengkritik pendekatan Trump yang disebutnya unilateral dalam urusan internasional. Menurut dia, negara-negara perlu memperkuat multilateralisme untuk menangani berbagai perselisihan global.

“Cara terbaik untuk menjaga dunia tetap harmonis adalah memperkuat multilateralisme,” ujar Lula, seperti dikutip CNN Brasil.

Lula mengatakan pendekatan Trump didasarkan pada gagasan bahwa negara terkuat dapat memaksakan kehendaknya kepada negara lain. Dia mengatakan tidak sependapat dengan pandangan tersebut.

“Ia memiliki cara memerintah: ‘Saya yang terkuat, saya yang terkaya, saya bisa melakukan segalanya dan yang lain harus patuh.’ Itu hukum rimba. Saya tidak setuju dengan itu,” tegas Lula.

Sebelumnya, Lula juga mengkritik pendekatan Trump dalam hubungan internasional di tengah meningkatnya ketegangan antara Brasil dan AS terkait perdagangan serta tekanan Washington terhadap Brasil.

Ia juga meminta AS tidak mencampuri pemilihan presiden Brasil 2026. Menurut dia, urusan politik Brasil harus ditentukan oleh rakyat Brasil.

Lula tiba di New York pada Minggu lalu, menjelang Sidang Umum ke-81 PBB. Ia dijadwalkan menyampaikan pidato pembukaan sidang pada Selasa besok.

Wawancara tersebut berlangsung ketika Brasil dan AS masih terlibat perselisihan mengenai kebijakan perdagangan serta kritik Washington terhadap urusan dalam negeri Brasil.

Meski demikian, Lula mengatakan Brasil menginginkan dialog dan negosiasi dengan AS, tetapi tidak akan menerima pemaksaan dari pihak luar.

Baca juga: Jelang Bertemu Trump, Presiden Brasil Tegaskan Tak Ingin Perang Dingin Baru

(Willy Haryono)