Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov. Foto: Metrotvnews.com/Muhammad Reyhansyah
Belum Ada Rute Langsung, Rusia Sebut Logistik Jadi Hambatan Dagang RI–Rusia
Muhammad Reyhansyah • 27 February 2026 05:57
Jakarta: Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov mengungkapkan bahwa sektor transportasi dan logistik, khususnya jalur maritim, menjadi salah satu hambatan utama dalam penguatan kerja sama ekonomi antara Rusia dan Indonesia.
Menurut Dubes Tolchenov, meski nilai perdagangan bilateral kedua negara telah mendekati USD5 miliar atau sekitar Rp83 triliun dalam setahun terakhir, hingga kini belum tersedia jalur pelayaran langsung reguler antara Rusia dan Indonesia.
“Isu logistik dan transportasi, khususnya maritim, merupakan salah satu bottleneck dalam kerja sama bilateral kita,” ujarnya dalam taklimat media di kediamannya, Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026.
Ia menjelaskan, dengan nilai perdagangan yang besar tersebut, jutaan ton barang dipertukarkan setiap tahun melalui jalur laut. Namun, pengiriman masih dilakukan melalui rute tidak langsung atau transit di negara ketiga.
“Padahal volume perdagangan kita cukup besar, tetapi sampai sekarang belum ada jalur maritim reguler langsung antara Rusia dan Indonesia,” kata Dubes Tolchenov.
Dubes Tolchenov mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan Rusia mulai menjajaki peluang pembukaan rute tersebut. Salah satunya adalah FESCO, perusahaan pelayaran asal Rusia Timur Jauh.
Menurut dia, tahun lalu delegasi FESCO telah berkunjung ke Indonesia untuk membahas kemungkinan pembukaan jalur dari Vladivostok menuju Vietnam, yang kemudian dilanjutkan ke Surabaya atau Jakarta.
“Diskusi masih berlangsung, tetapi saya berharap mungkin bulan depan, atau April, atau Mei, kapal pertama akan datang ke Indonesia membawa kontainer,” ujar Dubes Tolchenov.
Selain itu, beberapa perusahaan Rusia juga tengah menjajaki peluang kerja sama dengan sejumlah pelabuhan di Indonesia, termasuk Jakarta, Surabaya, dan beberapa pelabuhan di Sumatra.
Dubes Tolchenov menambahkan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) untuk membahas potensi kerja sama tersebut.
“Kami sudah menjalin kontak yang baik dengan PT Pelindo dan mendiskusikan isu ini. Ini ada dalam radar kami,” kata Dubes Tolchenov.
Meski demikian, ia mengakui pengembangan jalur logistik langsung bukan perkara mudah karena membutuhkan investasi besar serta mitra yang dapat diandalkan di Indonesia.