Dinkes Kota Tangerang Uji Sampel Takjil Antisipasi Bahan Berbahaya

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang melakukan uji sampel makanan takjil, di Pasar Lama Kota Tangerang. (Dok Humas Pemkot Tangerang)

Dinkes Kota Tangerang Uji Sampel Takjil Antisipasi Bahan Berbahaya

Hendrik Simorangkir • 24 February 2026 13:48

Tangerang: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang melakukan uji sampel makanan takjil, di Pasar Lama Kota Tangerang, Banten. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan keamanan pangan yang dijual kepada masyarakat selama Ramadan 2026

"Berbagai jenis takjil menjadi sasaran pengambilan sampel, seperti bakso, tahu, kerupuk berwarna, otak-otak, kue basah, hingga sirup berwarna mencolok," ujar Kepala Dinkes Kota Tangerang, Dini Anggraeni, Selasa, 24 Februari 2026.


Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang melakukan uji sampel makanan takjil, di Pasar Lama Kota Tangerang. (Dok Humas Pemkot Tangerang)

Dini menuturkan, sampel tersebut diuji untuk mendeteksi kemungkinan kandungan bahan berbahaya yang tidak diperbolehkan dalam makanan.

"Fokus kami pada makanan yang warnanya terlalu mencolok, karena berpotensi menggunakan bahan tambahan pangan yang tidak sesuai aturan," kata Dini.

Dini menjelaskan, jika dari hasil pemeriksaan ditemukan makanan yang mengandung bahan berbahaya, pihaknya tidak langsung melakukan penindakan, melainkan melakukan pembinaan dan pengawasan. Pedagang akan diberi informasi serta diarahkan agar mengganti sumber bahan baku yang aman.

"Selain pengujian, kami juga menyiapkan label khusus bagi pedagang yang hasil uji sampelnya dinyatakan aman. Label tersebut diharapkan menjadi penanda bagi masyarakat bahwa takjil yang dijual telah melalui pemeriksaan laboratorium. Dengan adanya label ini, masyarakat bisa merasa lebih tenang saat membeli takjil," jelas Dini. 

Dini mengimbau masyarakat agar lebih cerdas dalam memilih makanan berbuka puasa. Warga diminta berhati-hati terhadap jajanan dengan warna mencolok serta tidak ragu bertanya kepada pedagang mengenai bahan yang digunakan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)