Ilustrasi: Pengendara sepeda motor menerobos hujan lebat. ANTARA/Sumarwoto
Prakiraan Cuaca BMKG Besok 29 Oktober, Wilayah Papua Siaga Hujan Lebat
Silvana Febiari • 28 August 2026 14:12
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca yang berlaku pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Masyarakat diimbau meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga angin kencang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari akun Instagram @infobmkg, Papua Tengah dan Papua Selatan masuk kategori siaga untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat. Kondisi tersebut berpotensi memicu banjir, banjir bandang, dan tanah longsor yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat serta berdampak pada layanan publik dan infrastruktur.
Baca Juga :
Sementara itu, Sumatra Utara, Papua Pegunungan, dan Papua masuk kategori waspada dengan potensi hujan sedang hingga lebat. Hujan di wilayah tersebut dapat menyebabkan genangan, luapan sungai, hingga tanah longsor secara lokal.
Untuk kategori awas atau potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem, BMKG tidak mencatat adanya wilayah yang masuk dalam kategori tersebut.
Selain hujan lebat, potensi angin kencang juga perlu diwaspadai di sejumlah wilayah. Angin kencang diprakirakan terjadi di Banten, Kepulauan Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.

Ilustrasi: Hujan lebat disertai angin kencang di objek wisata Pantai Pukan Kabupaten Bangka. ANTARA/Aprionis
BMKG mengimbau masyarakat tetap mengikuti informasi dan peringatan dini cuaca resmi, terutama bagi warga yang berada di wilayah dengan potensi hujan lebat dan angin kencang.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila terjadi bencana hidrometeorologi di wilayahnya. Informasi dan laporan dapat disampaikan melalui kanal resmi yang tersedia, termasuk aplikasi InfoBMKG dan PetaBencana.id.
Kesiapsiagaan masyarakat dan kecepatan dalam menyampaikan informasi diharapkan dapat membantu mempercepat penanganan apabila terjadi bencana di lapangan.