Iran Minta AS Akhiri Perang Regional jika Ingin Selat Hormuz Dibuka

Kapal tanker yang berada di Selat Hormuz. Foto: Anadolu

Iran Minta AS Akhiri Perang Regional jika Ingin Selat Hormuz Dibuka

Muhammad Reyhansyah • 28 August 2026 17:00

Teheran: Iran meminta Amerika Serikat (AS) mengakhiri perang regional sebagai salah satu syarat untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu rute utama pengiriman energi dunia. 

Permintaan itu disampaikan di tengah upaya sejumlah negara mediator untuk menghidupkan kembali diplomasi antara Washington dan Teheran.

Dalam wawancara dengan televisi Lebanon, Al Manar, Kamis, 27 Agustus 2026, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei mengatakan sejumlah negara mediator telah meminta Tehran menyusun daftar tuntutan untuk membuka kembali Selat Hormuz.

"Kami sedang menyusun daftar tuntutan," kata Rezaei, dikutip dari Asia Today.

Menurut Rezaei, tuntutan tersebut mencakup rencana untuk mengakhiri perang di kawasan Asia Barat, termasuk konflik di Lebanon. Iran dapat mengizinkan kapal kembali melintasi Selat Hormuz melalui jalur yang telah ditentukan jika Amerika Serikat memenuhi tuntutan tersebut.

Selain penghentian perang, tuntutan Iran sebelumnya mencakup pencabutan blokade AS terhadap pelabuhan Iran, kompensasi atas kerusakan akibat perang, serta pencabutan sanksi ekonomi.

Rezaei juga mengatakan Iran telah mencapai kesepakatan dengan Oman untuk membentuk koridor pelayaran yang melewati perairan kedua negara. Kapal akan diarahkan melalui jalur tertentu di bagian tengah Selat Hormuz jika tuntutan Tehran dipenuhi, meski sejumlah rincian kesepakatan Iran-Oman masih dalam pembahasan.

Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi perdagangan energi dunia. Sebelum perang, sekitar seperlima pasokan energi global melewati perairan yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman tersebut.

Tuntutan terbaru Teheran muncul ketika upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik kembali digencarkan. Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mengunjungi Tehran pada Kamis untuk mendorong kembalinya perundingan, sementara Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington saat ini tidak sedang bernegosiasi dengan Iran.

Rezaei dalam kesempatan yang sama juga membantah tuduhan bahwa Iran berupaya membunuh putra Trump. Ia menyebut tuduhan tersebut sebagai "kebohongan yang jelas".

(Fajar Nugraha)