Ilustrasi. Foto: dok MI.
Temuan Baru! EMP Kantongi Potensi 15,6 Juta Barel Minyak di Riau
Ade Hapsari Lestarini • 25 March 2026 18:29
Jakarta: Emiten migas grup Bakrie, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menemukan cadangan minyak baru dari sumur eksplorasi Cenako-1 Twin, bagian dari Blok South CPP di Riau, Sumatra. Eksplorasi yang dilakukan melalui anak usahanya, PT EMP Tunas Energi ini tercatat menembus kedalaman 2.475 kaki atau setara 754 meter.
Penemuan minyak di sumur Cenako diperkuat oleh hasil uji sumur (well testing) dan analisis subsurface awal 17 Maret 2026. Perusahaan memproyeksikan potensi kandungan minyak di tempat (original oil in) dengan estimasi mencapai 15,6 juta barel.
Wakil Direktur Utama & Chief Financial Officer EMP Edoardus Ardianto menyatakan perusahaan berkomitmen menindaklanjuti temuan tersebut guna mengonversi potensi cadangan yang siap dikembangkan secara komersial.
"Kami berencana melakukan akuisisi data seismic dan pengeboran di tiga sumur tambahan dengan potensi total produksi sebesar 500 barel minyak per hari," jelas Edoardus dalam keterangan tertulis, Rabu, 25 Maret 2026.
Direktur Utama & Chief Executive Officer EMP Syailendra S. Bakrie menambahkan, penemuan ini merupakan bagian dari komitmen EMP dalam mendukung peningkatan cadangan hidrokarbon nasional serta memperkuat ketahanan energi Indonesia.
.jpg)
Ilustrasi. Foto: freepik.
Baca Juga :
Anak Usaha ENRG Akuisisi Kilang Minyak di Riau
Reaktivasi sumur Bentu-2
Melalui EMP Bentu Limited, EMP juga menyampaikan kinerja positif turut dicetak oleh entitas anak usahanya tersebut yang berhasil mereaktivasi Lapangan Bentu. Reaktivasi ini berada di sumur Bentu-2 yang sebelumnya berstatus idle atau belum pernah diproduksikan.
Keberhasilan tersebut merupakan serangkaian pekerjaan cukup intensif dari pembangunan pipa produksi di Desember 2025 hingga perbaikan sumur (workover) di Februari sampai dengan pertengahan Maret 2026 untuk memastikan sumur tersebut dapat kembali memproduksi gas.
Berdasarkan hasil uji aliran gas (flow test), sumur Bentu-2 mampu memproduksi gas hingga lima juta kaki kubik per hari dengan perkiraan total produksi lapangan mencapai 15 juta kaki kubik per hari.
Keberhasilan reaktivasi ini menjadi wujud komitmen EMP untuk tetap berkontribusi dalam peningkatan produksi hidrokarbon nasional. (Richard A.K)