Karhutla di Muntialo Jambi Belum Padam, Petugas Terkendala Sumber Air

Lokasi kebakaran hutan dan lahan di Deaa Muntialo, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi ANTARA/HO-Manggala Agni Jambi

Karhutla di Muntialo Jambi Belum Padam, Petugas Terkendala Sumber Air

Lukman Diah Sari • 22 August 2026 14:30

Jambi: Memasuki hari ketiga, tim gabungan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Jambi masih terus berjibaku memadamkan api di Desa Muntialo, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, Sabtu, 22 Agustus 2026.

"Target hari ini tim menyisir sisi kiri dan kanan areal yang masih mengeluarkan asap, termasuk pada bagian utama yang terbakar atau menjadi sumber api," kata Kepala Manggala Agni Daops Bukit Tempurung, Sandy Prabowo, Sabtu, 22 Agustus 2026, melansir Antara.

Ia mengatakan peralatan yang dikerahkan di lapangan meliputi tiga unit mesin ministrike, dua unit mesin robin, serta 35 rol selang dengan panjang masing-masing rol 30 meter. Kendala utama di lapangan adalah sumber air yang berasal dari kanal dengan kondisi sangat dangkal.

"Lebar kanal tiga meter dengan kedalaman hanya 30 sentimeter dan kondisi air kering. Sementara itu, jarak sumber air ke lokasi kebakaran berkisar 200 hingga 300 meter, dan jenis tanah di lokasi merupakan gambut dengan kedalaman satu meter," jelasnya.

Vegetasi yang terbakar di lokasi tersebut berupa tanaman pinang dan kelapa sawit. Berdasarkan informasi dari masyarakat yang turut membantu tim pemadaman, estimasi luas lahan yang terbakar saat ini telah mencapai sekitar 2,5 hektare.

Tim gabungan yang terlibat dalam operasi pemadaman ini terdiri atas unsur Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta Masyarakat Peduli Api (MPA). Fokus utama proses pemadaman saat ini adalah melakukan pendinginan pada titik-titik api yang berada di bawah permukaan gambut.

Berdasarkan rekapitulasi luas lahan terbakar di Provinsi Jambi sejak 1 Januari hingga 16 Agustus 2026, total area terdampak diestimasi mencapai 658,29 hektare. Luas lahan terbakar terbesar tercatat di Kabupaten Muaro Jambi seluas 264,78 hektare, diikuti Batanghari seluas 95,53 hektare, Tanjung Jabung Barat seluas 58,10 hektare, dan Tanjung Jabung Timur seluas 32,71 hektare.


Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Foto: ANTARA/HO-Manggala Agni.

Sementara itu, data BPBD juga merilis pembaruan terkait penegakan hukum kasus karhutla tahun 2026, dengan total 62 kasus yang ditangani yang terdiri atas 55 kasus tahap penyelidikan dan 7 kasus tahap penyidikan, serta menetapkan 8 orang tersangka. Kasus dalam tahap penyelidikan terbanyak berada di Kabupaten Sarolangun sebanyak 26 kasus dan Muaro Jambi sebanyak 10 kasus.

Tim Posko Darat terus mengintensifkan patroli, pengecekan lahan yang rawan terbakar, serta pemetaan ketersediaan sumber air. Operasi pemadaman di wilayah Merangin dan Sarolangun dipimpin langsung oleh Dandim 0420/Sarko selaku Komandan Satgas Karhutla Provinsi Jambi.

Untuk operasi udara pada 21 Agustus 2026, briefing rutin satgas udara telah dilaksanakan bersama BNPB dan Korem 042/Garuda Putih. Polairud Polda Jambi mengerahkan satu unit helikopter patroli tipe PK-ELS serta satu unit helikopter water bombing tipe RA-22840, yang mencatatkan total 27 kali drop dengan mengerahkan 108.000 liter air.

Melalui Posko Komando Terpadu di berbagai wilayah rawan, petugas terus mengimbau dan menyosialisasikan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

(Lukman Diah Sari)