Kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. (tangkapan layar)
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Jasa Raharja Jamin Korban
Lukman Diah Sari • 27 April 2026 23:31
Jakarta: Jasa Raharja memastikan seluruh korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin malam, 27 April 2026, mendapatkan jaminan sesuai ketentuan yang berlaku. Perlindungan tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 33 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang.
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menegaskan seluruh hak korban akan dipenuhi sesuai ketentuan.
“Jasa Raharja hadir untuk memastikan setiap korban kecelakaan mendapatkan perlindungan dasar secara cepat dan tepat. Kami telah menginstruksikan jajaran untuk segera melakukan pendataan dan menjamin korban yang dirawat di rumah sakit,” ujar Awaluddin, dalam keterangan resmi, Senin malam, 27 April 2026.
Sejak menerima laporan, Jasa Raharja langsung bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi kejadian. Petugas Jasa Raharja segera berkoordinasi dengan kepolisian, PT KAI, serta rumah sakit tempat korban dirawat.
.jpeg)
Jasa Raharja lakukan penjaminan korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. (Istimewa)
Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis dengan jaminan biaya perawatan, sekaligus mempercepat proses pendataan secara akurat. Selain itu, petugas juga turun langsung ke lokasi kejadian dan fasilitas kesehatan guna mempercepat proses penjaminan.
Awaluddin menambahkan, sinergi dengan berbagai pihak akan terus diperkuat agar penanganan korban dapat berjalan optimal dan humanis.
Kecelakaan rangkaian kereta rel listrik (KRL) PLB 5568A (CL KPB–CKR) dengan kereta jarak jauh Argo Bromo PLB 4B, di Stasiun Bekasi Timur, terjadi pada Senin, 27 April 2026, pukul 20.52 WIB, tepatnya di KM 28+920. Petugas gabungan dikerahkan untuk evakuasi dan penangaan.
"Kita juga koordinasi dengan stakeholder rumah sakit dan TNI dan Polri, untuk penangan beberapa hal harus dijaga, kami juga koordinasi dengan damkar untuk penangan dengan cepat, supaya evakuasi pelanggan bisa cepat selesai," ujar Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba.