Kemandirian Ekonomi Keluarga Ultra Mikro Diperkuat Lewat Pemberdayaan

Ilustrasi perempuan berdaya. Foto: Pexels.com/Firman Marek Brew.

Kemandirian Ekonomi Keluarga Ultra Mikro Diperkuat Lewat Pemberdayaan

Fachri Audhia Hafiez • 18 August 2026 18:10

Jakarta: Upaya pendampingan keluarga prasejahtera khususnya perempuan pengusaha ultra mikro terus dilakukan. Hal ini dimaksudkan agar semakin berdaya dan mampu membangun masa depan keluarga.

“Kemerdekaan bukan hanya tentang seberapa jauh Indonesia tumbuh, tetapi tentang seberapa banyak rakyat yang ikut tumbuh bersama Indonesia. Karena itu, ketika kita mendampingi ibu-ibu nasabah PNM Mekaar, yang kita bangun bukan hanya usahanya, tetapi juga harapan dan masa depan keluarganya,” ujar Wakil Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Sunar Basuki dalam keterangannya, Selasa, 18 Agustus 2026.
 


Sunar menjelaskan bahwa perjuangan para pengusaha ultra mikro sering kali berlangsung dalam bentuk yang sederhana, seperti membuka warung, berdagang kebutuhan harian, atau mengelola usaha rumahan. Namun, dari usaha skala kecil tersebut, roda perekonomian keluarga terus bergerak dan memberikan dampak positif secara nyata.

Hasil dari usaha tersebut dinilai sangat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, membiayai pendidikan anak, hingga memberikan ruang bagi keluarga untuk memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

“Banyak ibu yang mungkin tidak berbicara tentang ekonomi nasional. Tetapi dari usaha kecil yang mereka jalankan, ekonomi Indonesia sebenarnya bergerak. Dari tangan mereka, anak-anak bisa sekolah. Dari penghasilan mereka, kebutuhan keluarga terpenuhi. Dari keberanian mereka untuk terus mencoba, sebuah masa depan sedang dibangun,” lanjut Sunar.


Wakil Direktur Utama PNM Sunar Basuki saat memimpin upacara pada HUT ke-81 RI di Jakarta. Foto: ANTARA/HO-Humas.

PNM, kata dia, tidak hanya memandang pembiayaan sebagai akses permodalan semata, melainkan pintu masuk untuk menghadirkan pendampingan yang berkelanjutan. Nasabah tidak sekadar memperoleh bantuan modal, tetapi juga dibekali pengetahuan, keterampilan, jejaring bisnis, hingga peningkatan kapasitas diri.

Pendekatan tersebut dinilai sangat krusial mengingat tantangan pelaku usaha ultra mikro meliputi tata kelola usaha, pemasaran, peningkatan kualitas produk, hingga pemanfaatan teknologi digital.

“Memberdayakan masyarakat berarti hadir bukan hanya ketika mereka membutuhkan pembiayaan. Kita harus hadir untuk memahami kebutuhannya, mendampingi prosesnya, dan membantu mereka melihat peluang yang mungkin belum terlihat,” ujar Sunar.

Seluruh Keluarga Besar PNM diajak untuk bersama-sama menerjemahkan makna kemerdekaan melalui kerja keras, integritas, dan gotong royong dengan berpihak kepada masyarakat yang membutuhkan kesempatan untuk berkembang.

“Setiap usaha yang tumbuh adalah harapan yang ikut tumbuh. Setiap keluarga yang semakin berdaya adalah bagian dari Indonesia yang semakin kuat. Semoga semangat kemerdekaan terus mengingatkan kita bahwa tugas kita adalah memastikan semakin banyak masyarakat memiliki kesempatan untuk tumbuh dan maju bersama Indonesia,” kata Sunar.

(Fachri Audhia Hafiez)