Presiden RI Prabowo Subianto (Foto:Dok.Danantara Indonesia)
Strategi Danantara Perkuat Investasi untuk Pembangunan Nasional di HUT ke-81 RI
Eko Nordiansyah • 17 August 2026 16:26
Jakarta: Pemerintah menargetkan transformasi ekonomi dalam menyambut Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Transformasi ini dijalankan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sebagai salah satu instrumen untuk mendorong investasi dan pembangunan sektor strategis dalam jangka panjang.
Dalam penyampaian Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) 2027 beserta Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya transformasi ekonomi menuju aktivitas ekonomi bernilai tambah tinggi.
Untuk mendukung agenda tersebut, kebijakan fiskal, moneter, sektor keuangan, serta Danantara diarahkan untuk bekerja secara sinergis. Bukan sekadar pengelola aset negara, Presiden Prabowo menyebut, Danantara bertugas untuk mendorong investasi dan pembangunan sektor strategis dalam jangka panjang.
"Danantara adalah dana kedaulatan kita. Danantara harus menjadi instrumen pembangun kapasitas bangsa untuk puluhan tahun mendatang," ujar Prabowo dalam pidatonya saat menyampaikan RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan.
Percepatan investasi di sektor strategis
Strategi investasi Danantara menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat transformasi ekonomi. Pemerintah ingin investasi tidak hanya menghasilkan keuntungan finansial, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Danantara menjalankan misinya untuk memajukan perekonomian Indonesia dengan cara mendorong pendapatan negara, membangun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang lincah, kompetitif, dan menciptakan nilai berkelanjutan, serta mendorong investasi berkelanjutan dan berkualitas tinggi.
Sejalan dengan itu, Danantara Investment Management menyebut mandat investasinya mencakup penciptaan imbal hasil berkelanjutan sekaligus dampak ekonomi positif dan penguatan ketahanan nasional. Fokus investasinya antara lain mendorong hilirisasi serta membangun ketahanan nasional melalui investasi di sektor-sektor kritis.
"Kami berfokus untuk turut membangun industri yang tangguh, membuka lebih banyak peluang, dan mendorong penciptaan lapangan kerja yang berkualitas bagi masyarakat," kata Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir, dikutip dari laman resmi Danantara.
Sejumlah sektor menjadi andalan Danantara guna menyokong pertumbuhan ekonomi. Ada delapan sektor yang akan menjadi pusat investasi di antaranya energi terbarukan, mineral, infrastruktur digital, infrastruktur dan utilitas, real estat, layanan keuangan, pangan dan pertanian, serta layanan kesehatan.
Pembentukan Danantara Development Management Fund
Dalam pidato di Kompleks Parlemen, Presiden Prabowo mengungkapkan, rencana pembentukan Danantara Development Management Fund (DDMF). Lembaga ini akan bertugas membangun kapasitas bangsa melalui investasi di sektor strategis nasional.
Ia menjelaskan, DDMF bertugas sebagai instrumen yang menyiapkan dan membiayai proyek strategis jangka panjang. Proyek yang dibiayai ini penting bagi Indonesia namun belum bisa dibiayai dengan investasi komersial jangka pendek, serta tidak menggunakan dana APBN.
"Sebagai contoh pada proyek mobil nasional. Kita rencanakan mobil nasional kita, kita produksi secara massal di akhir tahun 2028. Fasilitas sudah dibangun di daerah Subang," ungkap Prabowo.
Selain itu, DDMF akan membiayai proyek motor listrik nasional. Pemerintah juga mengandalkan DDMF untuk membangun giant sea wall, tanggul besar untuk mengamankan Pantai Utara Pulau Jawa sepanjang 575 kilometer (km) dengan estimasi biaya mencapai USD100 miliar.
Pemerintah menegaskan Danantara diarahkan untuk mendukung pembangunan kapasitas nasional melalui investasi pada sektor-sektor strategis. Dengan pendekatan tersebut, Danantara diharapkan dapat menjadi penghubung antara pengelolaan aset negara, investasi, dan agenda pembangunan nasional.
Untuk itu, Danantara memiliki peran strategis dalam pembangunan sebagai bagian dari upaya memperkuat sumber pertumbuhan baru. Investasi pada sektor strategis, hilirisasi, peningkatan kapasitas industri, serta penguatan ketahanan nasional menjadi bagian penting dari arah tersebut.