Trump Tutup Kennedy Center Selama Dua Tahun untuk Renovasi Besar

Donald Trump mengukuhkan pengambilalihan Kennedy Art Center. (The New York Times)

Trump Tutup Kennedy Center Selama Dua Tahun untuk Renovasi Besar

Willy Haryono • 2 February 2026 14:32

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan rencana penutupan John F. Kennedy Center for the Performing Arts (Kennedy Center) selama dua tahun untuk menjalani renovasi menyeluruh. Kebijakan ini diumumkan di tengah penurunan penjualan tiket dan penolakan dari sejumlah seniman ternama.

Penutupan dijadwalkan mulai 4 Juli, bertepatan dengan peringatan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat. Trump menyatakan keputusan tersebut diambil setelah ia kembali menjabat dan mengambil alih kepemimpinan pusat seni yang sebelumnya bersifat nonpartisan itu.

Ia menilai sebagian program Kennedy Center terlalu “woke” dan menyebut penutupan sementara sebagai langkah tercepat untuk melakukan perombakan total.

“Saya telah memutuskan bahwa cara tercepat untuk membawa The Trump Kennedy Center ke tingkat kesuksesan, keindahan, dan keagungan tertinggi adalah dengan menghentikan seluruh operasi hiburan selama sekitar dua tahun,” tulis Trump melalui platform Truth Social. Ia menambahkan bahwa keputusan tersebut masih menunggu persetujuan dewan pengelola yang dipilihnya sendiri.

Menurut Trump, keberadaan konser, opera, musikal, balet, dan pertunjukan seni lainnya dinilai menghambat proses konstruksi dan revitalisasi. Ia menegaskan penutupan penuh diperlukan agar renovasi dapat berjalan efektif dan menyeluruh.

Mengutip laporan Channel News Asia (CNA), kebijakan ini memicu spekulasi publik mengenai kondisi keuangan Kennedy Center dan masa depannya sebagai pusat seni nasional. Penulis sekaligus anggota keluarga Kennedy, Maria Shriver, menyebut situasi tersebut terjadi karena banyak seniman tidak lagi bersedia tampil di Kennedy Center dan menyatakan bahwa “semuanya membatalkan” penampilan.

Sejumlah tokoh seni ternama dilaporkan telah menarik diri, termasuk musikal Hamilton, soprano Renée Fleming, serta komponis Philip Glass. Washington National Opera juga mengumumkan akan meninggalkan Kennedy Center setelah lebih dari lima dekade bermarkas di gedung tersebut.

Perubahan besar turut terjadi di internal lembaga, termasuk pengunduran diri pejabat senior perencanaan artistik hanya beberapa hari setelah pengangkatannya. Laporan The Washington Post mencatat penjualan tiket Kennedy Center merosot ke titik terendah sejak pandemi, dengan puluhan ribu kursi tidak terjual sepanjang tahun lalu.

Penurunan minat publik juga tercermin dari anjloknya jumlah penonton siaran televisi acara tahunan Kennedy Center Awards. Data Nielsen menunjukkan jumlah pemirsa turun sekitar 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menandai tantangan besar yang tengah dihadapi pusat seni ikonik tersebut. (Keysa Qanita)

Baca juga:  Donald Trump Ganti Nama Pusat Kennedy Art Center dengan Namanya Sendiri

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)