Api Kembali Muncul di Bromo Pagi Ini

Kebakaran hutan di area Kaldera Bromo yang semakin meluas. Foto: Dokumentasi Balai Besar TNBTS.

Api Kembali Muncul di Bromo Pagi Ini

Mahmud Fauzi • 11 August 2026 10:16

Malang: Setelah sebelumnya dinyatakan padam pada Senin sore, titik kebakaran hutan dan lahan di kawasan Lembah Dingklik, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), kembali muncul pada Selasa pagi, 11 Agustus 2026.

Kobaran api terlihat dari sejumlah titik dan dengan cepat menjalar ke area padang savana serta semak belukar yang kering akibat musim kemarau. Munculnya kembali api diduga berasal dari bara yang masih tersisa di dalam lapisan tanah dan akar tanaman, kemudian memicu titik-titik api baru saat tiupan angin cukup kencang melanda kawasan tersebut.

Puluhan petugas gabungan dari BNPB, BPBD, TNI, Polri, Polhut TNBTS, Manggala Agni, relawan, serta masyarakat sekitar langsung diterjunkan untuk melakukan pemadaman dan mencegah api meluas ke kawasan lain. Pemadaman dilakukan secara darat dengan membuat sekat bakar serta menyemprotkan air ke titik-titik yang masih menyala.

Untuk mempercepat penanganan, tiga helikopter water bombing kembali dikerahkan. Helikopter tersebut secara bergantian menjatuhkan ribuan liter air ke area yang sulit dijangkau petugas darat, khususnya di sekitar Lembah Dingklik yang menjadi salah satu titik terparah kebakaran.
 


Hingga Selasa siang, petugas masih berupaya melokalisasi api agar tidak merembet ke kawasan hutan yang lebih luas maupun mendekati permukiman warga. Kondisi angin yang berubah-ubah dan vegetasi kering menjadi tantangan utama dalam upaya pemadaman.

Petugas juga terus melakukan pendinginan di sejumlah titik rawan untuk mencegah munculnya kembali api, mengingat dalam beberapa hari terakhir kebakaran di kawasan Bromo kerap kembali menyala meski sempat dinyatakan padam. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melapor jika melihat titik api di sekitar kawasan tersebut.

Sebelumnya, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengungkapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, hingga kini belum dapat dilaksanakan.


Kebakaran hutan di area Kaldera Bromo yang semakin meluas. (Dokumentasi/ Balai Besar TNBTS)


Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kemenhut, Satyawan Pudyatmoko, menjelaskan kendala utama terletak pada kondisi atmosfer di wilayah tersebut. Berdasarkan koordinasi dengan BMKG, syarat utama pelaksanaan modifikasi cuaca, yakni ketersediaan awan konvektif, belum terpenuhi.

"Sebenarnya kita sudah berpikir untuk melakukan modifikasi cuaca, tetapi menurut BMKG paling tidak sampai 10 hari ke depan belum mungkin dilakukan karena awan konveksinya belum terbentuk untuk membuat OMC," ujar Satyawan di Taman Wisata Alam Angke, Senin, 10 Agustus 2026. 
 

(Whisnu M)