Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (ANTARA/Putu Indah Savitri).
Cegah Kecelakaan, Pemerintah Perketat Pengawasan Moda Transportasi Saat Cuaca Ekstrem
Achmad Zulfikar Fazli • 21 January 2026 13:28
Jakarta: Pemerintah memantau ketat kondisi cuaca ekstrem yang berlangsung di sejumlah daerah untuk memastikan keamanan sektor transportasi. Hal ini dilakukan untuk mencegahnya potensi musibah akibat hujan yang terjadi akhir-akhir ini.
“Kami terus memantau ketat kondisi cuaca di berbagai wilayah untuk memastikan sektor transportasi tetap aman,” ujar Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam audiensi bersama Universitas Indonesia (UI) yang digelar di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Jakarta, dilansir dari Antara, Rabu, 21 Januari 2026.
Mengingat cuaca hujan akhir-akhir ini, tutur AHY melanjutkan, ia berharap masyarakat terhindar dari musibah yang diakibatkan oleh cuaca ekstrem.
AHY juga menyinggung soal kecelakaan Pesawat ATR 42-500 yang terjadi di Sulawesi Selatan. Pesawat dengan registrasi PK-THT yang dioperasikan Indonesia Air Transport (IAT) itu mengalami hilang kontak (lost contact) saat melaksanakan penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu, 17 Januari 2026.
“Sejak hari pertama, kami bersama Kementerian Perhubungan, Basarnas dan pihak-pihak terkait telah melakukan operasi Search and Rescue (SAR),” ucap AHY.
Belajar dari kejadian tersebut, AHY menyatakan akan berupaya memantau seluruh moda transportasi darat, udara, maupun laut di tengah cuaca ekstrem.
Baca Juga:
Korban Pertama Pesawat ATR 42-500 Dievakuasi dengan Teknik Rappeling |
.jpg)
Serpihan Pesawat ATR 42-500. Dok. Istimewa
Sementara itu, Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Bidang Komunikasi dan Informasi Publik, Herzaky Mahendra Putra, menyampaikan langkah-langkah yang dilakukan pemerintah untuk memastikan keamanan infrastruktur transportasi di tengah cuaca ekstrem adalah berkoordinasi dengan BMKG.
BMKG, lanjut dia, merupakan instrumen vital dalam konteks pencegahan. Sebab, BMKG dapat memberi pemetaan dan prakiraan cuaca ekstrem, yang kemudian bisa ditindaklanjuti pemerintah.
“Misalnya, ketika Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bertemu dengan Menko Infra, menyampaikan masukan dari BMKG. Kemudian, dilakukan modifikasi cuaca untuk mencegah situasi-situasi yang tidak baik,” kata Herzaky.