Kelas Terendam Banjir, Siswa SD di Demak Belajar di Musala dan UKS

Siswa SDN 1 Sayung belajar di musala sekolah lantaran ruang kelas terendam banjir. Metrotvnews.com/ Rhobi Shani.

Kelas Terendam Banjir, Siswa SD di Demak Belajar di Musala dan UKS

Rhobi Shani • 19 January 2026 17:41

Demak: Hujan lebat disertai tingginya air rob kembali menyebabkan banjir meluas di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Salah satu dampaknya dirasakan oleh SD Negeri (SDN) 1 Sayung yang tetap memberlakukan pembelajaran tatap muka dengan beberapa penyesuaian agar proses belajar mengajar tetap berjalan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN 1 Sayung, Sudiro, mengungkapkan bahwa hampir seluruh area sekolah terendam banjir. Genangan air tidak hanya menutupi halaman, tetapi juga merendam ruang kelas dan kantor guru.

“Sekolah kami terendam semua, termasuk kantor dan 10 ruang kelas. Halaman sekolah yang sebelumnya sudah kami tinggikan sekitar 60 sentimeter ternyata masih terendam dengan ketinggian air mencapai sedengkul orang dewasa,” ujar Sudiro, Senin, 19 Januari 2026.
 


Sudiro menjelaskan, banjir di SDN 1 Sayung sudah berlangsung sekitar tiga bulan terakhir. Air sempat surut, namun kembali naik akibat curah hujan tinggi. Kemudian diperparah oleh air rob.

“Kalau sudah ketambahan air rob, airnya tidak bisa keluar. Pernah ada bantuan pompa penyedot dari provinsi, tapi kapasitasnya kecil sehingga tidak mencukupi,” jelasnya.


Halaman SDN 1 Sayung terendam banjir. Metrotvnews.com/ Rhobi Shani.

Dalam kondisi tersebut, pihak sekolah mengambil kebijakan dengan membagi jam belajar siswa. Siswa kelas kecil, yakni kelas 1, 2, dan 3, masuk lebih pagi, kemudian disusul siswa kelas 4, 5, dan 6 mulai pukul 09.00 WIB. 

Kegiatan belajar dipindahkan ke tiga ruangan yang relatif aman dari banjir. Ruangan-ruangan tersebut meliputi perpustakaan, musala, dan ruang UKS.

“Pembelajarannya dilakukan dengan lesehan di lantai karena itu tempat yang tidak terendam,” kata Sudiro.


Siswa SDN 1 Sayung belajar di musala sekolah lantaran ruang kelas terendam banjir. Metrotvnews.com/ Rhobi Shani.


Sudiro berharap pemerintah memberikan perhatian serius, terutama untuk perbaikan infrastruktur sekolah. Apalagi, jumlah siswa di SDN 1 Sayung mencapai 243 anak.

“Harapan kami sekolah ini bisa direhab lagi, kalau bisa dibuat panggung seperti sekolah-sekolah lain di Sayung yang terdampak rob. SDN 1 Sayung sebelumnya hanya mendapat revitalisasi perpustakaan dan UKS, sementara ruang kelas belum,” harapan Sudiro.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)