Jalannya laga PSIM Yogyakarta menghadapi Semen Padang FC pada pekan 16 Super League 2025/2026 di Stadion Sultan Agung Kabupaten Bantul, Yogyakarta pada Minggu, 4 Januari 2026. Dokumentasi/Media Official PSIM
Tumbal VAR Nonaktif, PSIM Yogyakarta Raup 3 Poin Lewat Penalti Kontroversial
Ahmad Mustaqim • 5 January 2026 08:50
Bantul: PSIM Yogyakarta meraih kemenangan tipis 1-0 atas Semen Padang FC pada laga pekan ke-16 Super League 2025/2026 di Stadion Sultan Agung, Kabupaten Bantul, Minggu, 4 Januari 2026. Namun, kemenangan tim tuan rumah itu diselimuti kontroversi besar karena teknologi Video Assistant Referee (VAR) tidak aktif pada momen pemberian penalti.
Kemenangan PSIM ditentukan dari eksekusi penalti Ze Valente pada menit ke-60. Wasit Ko Hyung-Jin tidak dapat meninjau ulang momen pelanggaran yang memicu keputusannya karena perangkat VAR ternyata belum berfungsi.
"VAR kebetulan tidak aktif karena setelah penalti baru diaktifkan," ujar Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel.
Meski mendapat kemenangan, van Gastel mengakui timnya harus bersusah payah menghadapi tim yang sedang berjuang menghindari degradasi. "Kami sangat berat menghadapi tim yang sedang berjuang di klasemen, semangatnya tinggi untuk mendapat kemenangan," kata van Gastel, Minggu, 4 Januari 2026.
Pelatih asal Belanda itu enggan berkomentar lebih jauh tentang kinerja wasit, tetapi mengkritisi permainan timnya yang dianggap kurang efektif menembus pertahanan ketat lawan.
Sementara itu, di sisi lain, Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic, meluapkan emosi dan kekecewaannya. Kekalahan ini dirasakan sangat pahit karena dinodai oleh insiden teknis yang seharusnya dapat mencegah kesalahan wasit.
"Sepak bola kita masih dalam masalah. Semoga tidak datang lagi (wasit)," ujar Dejan Antonic dengan nada kesal.
Dejan tidak hanya mempersoalkan penalti yang diberikan. Ia juga merasa timnya tidak diperlakukan adil sepanjang pertandingan. "Oke PSIM mendominasi, (tapi) saya cuma mau adanya fairplay," tegasnya. Pelatih asal Serbia yang telah lama berkarier di Indonesia itu menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi sepak bola nasional. "Saya sudah 25 tahun di sepak bola Indonesia, kita perlu perbaiki. Kalau seperti ini tidak bisa. Saya sakit hati seperti ini," tambahnya.
Kemenangan ini mengukuhkan posisi PSIM Yogyakarta di papan tengah klasemen, tepatnya di peringkat keenam dengan koleksi 27 poin. Sebaliknya, kekalahan ini semakin memperburuk posisi Semen Padang FC yang terpaku di dasar klasemen (peringkat 16) dengan hanya 10 poin.
Pada pekan berikutnya, Semen Padang FC akan menghadapi tantangan berat melawan Persis Solo, sementara PSIM Yogyakarta akan mempersiapkan laga selanjutnya dengan harapan dapat meraih kemenangan tanpa kontroversi.