Polisi menyisir area di kawasan pusat perbelanjaan Sarinah, Thamrin, Jakarta, Kamis (14/1/2016).--Foto: MI/Ramdani
Bom Thamrin 14 Januari 2016, Teror di Jantung Jakarta dan Seruan #KamiTidakTakut
Lukman Diah Sari • 14 January 2026 08:42
Jakarta: Siang itu, 14 Januari 2016, Jakarta mendadak mencekam. Kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, yang menjadi jantung aktivitas ibu kota, berubah menjadi lokasi teror bom dan baku tembak. Aparat keamanan berjibaku melawan pelaku di tengah kepanikan warga.
Mengacu pemberitaan Medcom.id, ledakan pertama terjadi sekitar pukul 10.50 WIB. Asap putih membubung di sekitar Sarinah. Beberapa lokasi terdampak ledakan, antara lain kedai kopi Starbucks, Pos Polisi Sarinah, dan area sekitar Kedutaan Besar Prancis.

Ledakan di Sarinah. @oiescoots
Pantauan di lapangan mencatat suara tembakan terdengar beberapa kali. Baku tembak terjadi di depan Djakarta Theater, melibatkan aparat kepolisian yang dilengkapi rompi antipeluru dengan kelompok teroris.
Dalam situasi genting tersebut, polisi mengevakuasi seluruh pengunjung Gedung Sarinah serta melakukan penyisiran untuk memburu pelaku. Aparat juga meminta warga menjauh dari Gedung Cakrawala dan area sekitar lokasi kejadian.
Situasi Berhasil Dikendalikan Aparat
Melansir Medcom.id, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan saat itu, Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan kondisi keamanan dapat dikendalikan. Luhut didampingi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan unsur kepolisian saat meninjau lokasi.“Semua kondisi terkendali. TKP sudah diselesaikan,” ujar Luhut di Sarinah, Kamis, 14 Januari 2016.
Delapan Orang Tewas
Serangan teror tersebut menewaskan delapan orang, yang empat di antaranya adalah pelaku teror. Selain korban meninggal, puluhan orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk anggota kepolisian dan warga sipil.Empat pelaku yang tewas di lokasi kejadian adalah:
- Afif Abdul Majid alias Sunakim
- Dian Junjanto
- Ahmad Muhammad Hasan
- Ahmad Muhazan
Dikendalikan Jaringan ISIS
Hasil penyelidikan mengungkap para pelaku terafiliasi dengan jaringan ISIS. Polisi menyebut Aman Abdurrahman sebagai aktor intelektual yang mengendalikan aksi teror tersebut dari balik penjara.Aman terbukti memberikan doktrin dan perintah kepada para pelaku bom bunuh diri di Jalan MH Thamrin, serta terlibat dalam sejumlah aksi teror lain di Indonesia.
Aman Abdurrahman Divonis Mati
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan vonis hukuman mati kepada Aman Abdurrahman pada 22 Juni 2018.“Menyatakan Aman Abdurrahman atau Abu Sulaiman terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana terorisme. Menjatuhkan pidana hukuman mati,” kata Ketua Majelis Hakim Akhmad Jaini, di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat, 22 Juni 2018.

Terdakwa kasus bom Sarinah Aman Abdurrahman dalam sidang tuntutan. (Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez).
Aman, yang juga dikenal dengan nama Oman Rochman alias Abu Sulaiman, disebut berada di balik teror Bom Thamrin, Bom Kampung Melayu, dan Bom Samarinda. Hingga Agustus 2018, eksekusi mati belum dilakukan karena Aman masih punya kesempatan untuk menempuh upaya hukum lain, berupa peninjauan kembali dan grasi.
Seruan Publik: #KamiTidakTakut

Para pengguna Twitter sebarkan gambar untuk pulihkan semangat masyarakat setelah terjadinya pengeboman di Sarinah. (Twitter)
Di tengah suasana mencekam pada 14 Januari 2016, publik menunjukkan perlawanan. Media sosial dipenuhi seruan #KamiTidakTakut dan #IndonesiaUnite. Tagar tersebut viral sebagai simbol penolakan terhadap terorisme.
Presiden ke-7 RI Joko Widodo kala itu juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak takut. Unggahan foto, pesan solidaritas, dan dukungan terhadap aparat ramai dibagikan warganet.