Konsep Township dan One Stop Living Jadi Tren Hunian Modern di Perkotaan

Ilustrasi. Foto: dok Paramount Land.

Konsep Township dan One Stop Living Jadi Tren Hunian Modern di Perkotaan

Ade Hapsari Lestarini • 2 April 2026 15:47

Jakarta: Perkembangan kawasan perkotaan di Indonesia menunjukkan perubahan dalam konsep pembangunan hunian. Pengembang kini tidak hanya menyediakan unit rumah, tetapi juga mengembangkan kawasan kota mandiri (township) yang terintegrasi.

Pengamat tata kota Yayat Supriatna menilai konsep township semakin diminati karena menawarkan pengalaman tinggal yang lebih lengkap di tengah mobilitas tinggi masyarakat perkotaan.

"Orang merasa lengkap jika tinggal dalam satu kawasan dan dalam satu lingkungan, mereka merasa dilayani,” ujar Yayat, dikutip Kamis, 2 April 2026.

Ia menjelaskan, konsep township merupakah ruang terpadu yang menyediakan berbagai kebutuhan hidup dalam jarak yang dekat dan mudah dijangkau. Prinsip utamanya mencakup lima aspek utama: kedekatan, kemudahan, kelancaran, keamanan, dan kenyamanan. Dengan konsep ini, penghuni tidak hanya memiliki tempat tinggal, tetapi juga akses ke berbagai fasilitas seperti area komersial, perkantoran, sekolah, ruang publik, hingga layanan kesehatan dalam satu kawasan.

Kemudahan akses tersebut dinilai meningkatkan kenyamanan penghuni. Bahkan, masyarakat bersedia membayar lebih tinggi untuk hunian dengan fasilitas dan layanan yang sepadan.

"Inilah yang melahirkan konsep one stop living, aktivitas bekerja, berbelanja, berinteraksi sosial, hingga rekreasi dapat dilakukan tanpa harus keluar jauh dari kawasan tempat tinggal," tutur Yayat Supriatna.

 

Adopsi kota mandiri untuk pengembangan kawasan


Sejumlah pengembang mulai mengadopsi konsep ini dalam pengembangan kawasan. Salah satunya melalui pengembangan kawasan hunian terintegrasi yang menggabungkan fungsi residensial dan komersial dalam satu ekosistem. Brand identity "Paramount Gading Serpong" yang diperkenalkan pada akhir 2025 menjadi penegasan fase kedewasaan sebagai kota mandiri berskala besar yang berperan strategis dalam pertumbuhan sektor properti dan ekonomi di wilayah Tangerang Raya.

Hal ini sekaligus memperkuat positioning sebagai pengembangan kota yang menghadirkan kualitas hidup bagi masyarakat, dengan mengedepankan pembangunan yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan berbasis teknologi.

Direktur Paramount Land Chrissandy Dave mengatakan perusahaan terus menghadirkan berbagai inovasi, baik dari sisi produk maupun layanan. Inovasi tersebut dikembangkan melalui riset yang komprehensif agar setiap produk yang dihadirkan selalu relevan dengan kebutuhan masyarakat pada masanya.

"Paramount Land merupakan salah satu pengembang yang konsisten menghadirkan inovasi. Melalui riset yang mendalam, kami memastikan setiap produk yang diluncurkan selalu adaptif terhadap perkembangan kebutuhan masyarakat dan memberikan nilai tambah bagi lingkungan," ujar Chrissandy Dave.

Pendekatan ini diwujudkan melalui desain hunian modern yang mengedepankan keseimbangan antara fungsi, estetika, dan kenyamanan. Inovasi kawasan tidak hanya hadir pada bentuk bangunan, tetapi juga pada perencanaan tata ruang yang lebih efisien, optimalisasi pencahayaan alami, sirkulasi udara yang sehat melalui ventilasi yang baik, serta konektivitas yang memudahkan mobilitas penghuni di dalam kawasan.

"Melalui filosofi desain tersebut, arsitektur tidak hanya berperan sebagai elemen visual, tetapi juga sebagai instrumen yang meningkatkan kualitas hidup, menciptakan lingkungan tinggal yang lebih sehat, produktif, dan mendukung gaya hidup urban masa kini," ujar dia.

Chrissandy mengungkapkan, Paramount Gading Serpong menawarkan konsep yang mengusung prinsip one-stop living. Konsep ini diwujudkan melalui pengembangan kota dengan fasilitas lengkap sehingga masyarakat dapat tinggal, bekerja, dan beraktivitas dalam satu lingkungan terpadu. Hal tersebut juga sejalan dengan kampanye: "Everything is Here", yang mencerminkan kelengkapan fasilitas hunian, komersial, hingga gaya hidup dalam satu kawasan terintegrasi. Di Paramount Gading Serpong, hunian tidak lagi diposisikan sekadar sebagai tempat tinggal, melainkan sebagai bagian dari ekosistem gaya hidup yang terus berkembang.

"Di sini, hunian dirancang untuk mampu tumbuh bersama perubahan kebutuhan masyarakat modern, mulai dari kebutuhan ruang kerja di rumah (work-from-home), ruang keluarga yang nyaman untuk aktivitas bersama, hingga ruang komunitas yang mendorong interaksi sosial antar penghuni," ungkap dia.

Dengan konsep tersebut, tempat tinggal tidak hanya berfungsi sebagai bangunan fisik, tetapi benarbenar menjadi rumah (home) yang memberikan kenyamanan dan kualitas hidup bagi penghuninya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)