Trump Beri Ultimatum 48 Jam ke Iran: Buka Selat Hormuz atau Hadapi 'Neraka'

Presiden AS Donald Trump. (EPA-EFE)

Trump Beri Ultimatum 48 Jam ke Iran: Buka Selat Hormuz atau Hadapi 'Neraka'

Dimas Chairullah • 5 April 2026 10:54

Washington: Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan ultimatum 48 jam kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz atau bersiap menghadapi konsekuensi serius.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui media sosial Truth Social pada Sabtu, 4 April 2026.

“Ingat ketika saya memberi Iran waktu sepuluh hari untuk membuat kesepakatan atau membuka Selat Hormuz? Waktu hampir habis – 48 jam sebelum 'neraka' menimpa mereka,” tulis Trump.

Sebelumnya, Trump juga mengklaim di Truth Social bahwa sejumlah petinggi militer Iran tewas dalam serangan berskala besar di Teheran. 

Unggahan Trump disertai video berdurasi sekitar satu menit yang diklaim memperlihatkan ledakan di langit Teheran, di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan. Ia juga mengeluarkan ultimatum baru selama 48 jam kepada Iran.

Situasi kawasan terus memanas sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Otoritas Iran melaporkan lebih dari 1.340 orang tewas akibat konflik tersebut, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, serta wilayah di Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.

Selain itu, Iran juga membatasi pergerakan kapal di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sebagian besar perdagangan energi global.

Pembatasan tersebut memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi dunia di tengah eskalasi konflik yang terus berlangsung.

Baca juga:  Trump Klaim Petinggi Militer Iran Tewas dalam Serangan Besar di Teheran

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)