Di Rakerwil NasDem Sultra, Prananda Paloh Tegaskan Meritokrasi Partai

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) NasDem Prananda Paloh. Foto: Istimewa

Di Rakerwil NasDem Sultra, Prananda Paloh Tegaskan Meritokrasi Partai

Bianca Anggelina Gendis • 18 May 2026 16:22

Sultra: Ketua Koordinator Pemenangan Pemilu DPP Partai NasDem Prananda Surya Paloh menegaskan, partainya menjamin sistem meritokrasi dan regenerasi yang sehat bagi seluruh kader. Dia membantah bahwa Partai NaDem adalah partai feodal.

"Kita buka ruang seluas-luasnya untuk kader berprestasi melalui sistem meritokrasi, bukan instan," kata Prananda saat menghadiri rapat kerja wilayah (Rakerwil) di Sulawesi Tenggara, Senin, 18 Mei 2026.
 


Sikap itu, menurut Prananda, merupakan salah satu langkah untuk menjadikan Partai NasDem bertransformasi menjadi partai modern. Salah satunya dengan pendekatan ilmiah yang terukur melalui survei berkala.

Dengan begitu, Partai NasDem mampu menjaring kader-kader berprestasi dan berkualitas. Strategi ini terbukti efektif, salah satunya pada kemenangan total pasangan wali kota dan wakil wali kota Kendari. 

Lebih lanjut, dia menyinggung soal infrastruktur partai. Pembangunan kantor partai permanen di seluruh provinsi, termasuk di Sulawesi Tenggara, terus dikebut dan diharapkan menjadi pusat kegiatan politik.

"Infrastruktur seperti kantor permanen yang sedang kita bangun di Sultra ini juga bukan untuk gagah-gagahan, tapi sebagai pusat pergerakan politik yang egaliter dan terbuka bagi seluruh masyarakat," kata Prananda. 


Logo Partai NasDem. Foto: Dok. Medcom.id

Adapun agenda Rakerwil DPW NasDem Sultra kali ini mengusung tema yang sangat strategis, yakni “Konsolidasi Partai, Menjemput Kemenangan 2029”. Pertemuan tingkat wilayah ini dirancang sebagai momentum krusial untuk memperkuat struktur internal partai dari tingkat wilayah hingga akar rumput.

Selain sebagai wadah konsolidasi, Rakerwil ini difokuskan pada penguatan ideologi partai serta pemberian pembekalan politik yang matang bagi seluruh kader NasDem di Sulawesi Tenggara menghadapi konstelasi politik ke depan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gabriella Thesa Widiari)