Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan pada Musyawarah Nasional Alim Ulama Nahdlatul Ulama 2026 di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026). ANTARA/YouTube Sekretariat Presiden/Maria Cicilia Galuh
Presiden Heran Ekonomi Tumbuh tapi Kemiskinan Naik: Ini Anomali
Achmad Zulfikar Fazli • 23 June 2026 18:42
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto heran dengan kondisi ekonomi Indonesia yang bertumbuh tapi tidak berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Tingkat kemiskinan justru meningkat di tengah pertumbuhan ekonomi 5 persen dalam beberapa tahun terakhir.
"Kenyataan bahwa setelah tujuh tahun tumbuh 5 persen, masa penduduk miskin tambah. Negara tambah kaya, rakyat miskin tambah. Ini kan sesuatu yang aneh, yang anomali. Kelas menengah yang tadinya lepas dari kemiskinan, turun," ujar Prabowo dalam sambutannya pada penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama Nahdlatul Ulama 2026 di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, dilansir dari Antara, Selasa, 23 Juni 2026.
Prabowo mengatakan secara teori, pertumbuhan ekonomi sekitar 5 persen selama tujuh tahun seharusnya menghasilkan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang signifikan. Namun, data yang diterima menunjukkan kondisi berbeda.
"Selama tujuh tahun belakangan ini dikatakan bahwa ekonomi kita tumbuh 5 persen tiap tahun. Tujuh tahun kali lima, berarti 35 persen pertumbuhannya. Logikanya selama tujuh tahun Indonesia tambah kaya 35 persen," kata Prabowo.
Baca Juga:
Purbaya: Ekonomi Indonesia Berhasil Lewati Tekanan Global |
.jpeg)
Ilustrasi. Dok. Medcom
Pertumbuhan Ekonomi Belum Merata
Prabowo menyampaikan kondisi ini menunjukkan adanya penyimpangan. Pertumbuhan ekonomi belum dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Menurut Prabowo, hasil pertumbuhan ekonomi diduga lebih banyak dinikmati kelompok tertentu. Dia menilai persoalan ini menunjukkan ada yang perlu diperbaiki dalam sistem ekonomi Indonesia.
Presiden menegaskan pembangunan ekonomi harus mampu menciptakan pemerataan kesejahteraan dan memperluas manfaat pertumbuhan bagi seluruh rakyat Indonesia.
"Kita lihat bahwa ini berarti sistem kita keliru. Sistem ini keliru karena apa? Kalau orang miskin tambah, yang menengah juga berkurang, berarti yang menikmati pertumbuhan ini hanya segelintir orang," jelas Prabowo.
Presiden Prabowo menegaskan pemerintahannya berupaya memperbaiki berbagai kebijakan agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih adil dan merata oleh masyarakat. Sebab, cita-cita kemerdekaan Indonesia adalah mewujudkan keadilan sosial dan kemakmuran bagi seluruh rakyat.
"Ini yang saya yakini dan ini yang akan saya kerjakan, saya penuhi sumpah saya kepada rakyat untuk menjaga kepentingan rakyat sesuai dengan sumpah saya waktu saya dilantik," kata Presiden Prabowo.