Kisah Perjuangan Tukang Gigi Palsu Asal Timika Dampingi Ibu Berhaji

Jemaah haji kloter 29 asal Papua, Suriani bersama ibunda saat tiba di Asrama Haji Sudiang Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa, 23 Juni 2026. Metrotvnews.com/ Muhammad Syawaluddin

Kisah Perjuangan Tukang Gigi Palsu Asal Timika Dampingi Ibu Berhaji

Muhammad Syawaluddin • 23 June 2026 16:59

Makassar: Sebanyak 392 jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 29 tiba di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar. Namun, di balik kepulangan tersebut terdapat kisah tersendiri dari salah satu jemaah asal Timika, Papua Tengah, yakni Suriani.

Perempuan asal Kabupaten Pangkep itu tiba dengan penuh kebahagiaan setelah mendampingi ibunya menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Di balik rasa bahagia tersebut, tersimpan kisah perjuangan panjang yang mengantarkannya bisa mendampingi sang ibu beribadah di Tanah Suci.

"Alhamdulillah, saya dan ibu mendaftar bersama. Saya berangkat sebagai pendamping lansia," katanya, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa, 23 Juni 2026.
 


Suriani mengaku dirinya dan sang ibu mendaftar haji pada 2022. Tahun ini, ia bersama ibundanya mendapat kesempatan berangkat lebih cepat karena mendampingi sang ibu yang masuk kategori jemaah lanjut usia (lansia).

Keberangkatan mereka ke Tanah Suci tidaklah mudah. Suriani harus berjuang melalui usaha kecilnya di tanah rantau hingga akhirnya dapat menunaikan rukun Islam kelima tersebut.

Selama lebih dari 10 tahun menetap di Timika, Suriani menjalankan usaha pemasangan gigi palsu. Dari pekerjaan tersebut, ia menabung sedikit demi sedikit hingga akhirnya mampu membiayai perjalanannya bersama ibunya ke Tanah Suci.

"Semua dari hasil usaha yang saya kumpulkan selama ini. Alhamdulillah, akhirnya ibu bisa berhaji," ungkapnya. 


Ilustrasi ibadah haji. Foto: Istimewa


Bagi Suriani, keberangkatan tersebut menjadi pelajaran bahwa ikhtiar yang dilakukan dengan niat tulus akan menemukan jalannya. Ia meyakini kesempatan berangkat lebih cepat sebagai pendamping lansia merupakan salah satu hikmah dari baktinya kepada orang tua.

Selama menjalankan ibadah haji, Suriani merasakan pelayanan yang baik dari petugas haji Indonesia. Ia mengatakan para petugas selalu hadir membantu dan mendampingi jemaah, terutama yang membutuhkan perhatian khusus.

"Alhamdulillah, pelayanannya sangat baik. Petugas selalu membantu sehingga kami bisa beribadah dengan tenang," jelasnya.

Ia mengapresiasi dedikasi petugas yang bekerja sejak proses keberangkatan hingga pemulangan jemaah ke Tanah Air. Menurutnya, kehadiran petugas menjadi bagian penting dalam kelancaran pelaksanaan ibadah haji.

Kepada calon jemaah haji, Suriani berpesan agar mempersiapkan kesehatan sejak dini. "Ibadah haji membutuhkan kondisi fisik yang prima agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalani dengan baik," bebernya.

(Silvana Febiari)