Menpora Terbuka Naturalisasi Atlet untuk Semua Cabor

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir. Foto: Antara.

Menpora Terbuka Naturalisasi Atlet untuk Semua Cabor

Anggi Tondi Martaon • 17 June 2026 18:36

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengatakan pihaknya membuka diri terhadap langkah naturalisasi atlet bagi semua cabang olahraga (cabor). Hal itu untuk meningkatkan prestasi Indonesia di panggung internasional.

Hal itu disampaikan Erick dalam rapat kerja bersama Menteri Hukum dan Komisi XIII DPR RI terkait permohonan pemberian kewarganegaraan RI kepada dua pemain sepak bola. Mereka adalah Luke Anthony Vickery dan Mitchell Lee Baker. 

"Selama warga diaspora memang punya jiwa Merah Putih, baik di sepak bola, renang, maupun cabang-cabang olahraga lainnya, kami membuka diri," kata Erick dikutip dari Antara, Rabu, 17 Juni 2026.

Ketua Umum (Ketum) PSSI itu mengatakan bahwa fenomena globalisasi olahraga saat ini tidak bisa dihindari. Sehingga, naturalisasi merupakan salah satu upaya strategis untuk meningkatkan prestasi olahraga nasional.

Ia mencontohkan kiper tim nasional Jepang, Zion Suzuki, yang saat ini membela Jepang di Piala Dunia 2026. Zion merupakan pemain berdarah campuran Jepang dan Ghana.

Tidak hanya di sepak bola, naturalisasi di Jepang juga dilakukan terhadap atlet-atlet potensial di cabang olahraga lain. Seperti pebasket keturunan Jepang-Benin, Rui Hachimura, yang kini berkompetisi di NBA, serta petenis Naomi Osaka yang berdarah campuran Jepang dan Haiti.

Erick mengatakan bahwa sejumlah atlet Indonesia juga dinaturalisasi oleh negara lain. Salah satunya adalah atlet bulu tangkis Mia Audina, yang menjadi warga negara Belanda.

Menpora Erick Thohir. Foto: MI.

Erick menjelaskan beberapa cabang olahraga selain sepak bola sudah diperkuat atlet diaspora. Seperti, perenang Masniari Wolf yang telah mempersembahkan tiga medali emas SEA Games untuk Indonesia pada edisi 2021, 2023, dan 2025.

Selain itu, perenang Felix Viktor Iberle, keturunan campuran Indonesia dan Jerman, berkontribusi menyumbangkan medali emas bagi Indonesia. Ada pula atlet skateboard berusia 14 tahun, Ni Wayan Malana Fairbrother, yang merupakan keturunan Indonesia, Inggris, dan Australia.

"Potensi-potensi seperti inilah yang menjadi alasan kami membuka diri terhadap naturalisasi, tanpa cabang-cabang olahraga melupakan pembangunan dari tingkat akar rumput (grassroots)," ujar Erick.

(Anggi Tondi)