BPBD Banjar Kebut Penanganan 22 Titik Karhutla, Cegah Api Rambah Permukiman

Petugas Barisan Pemadam kebakaran melakukan pemadaman api yang membakar hutan dan lahan di Martapura, beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-Medcen Kominfo Banjar

BPBD Banjar Kebut Penanganan 22 Titik Karhutla, Cegah Api Rambah Permukiman

Lukman Diah Sari • 16 September 2026 18:37

Banjar: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mempercepat penanganan 22 titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk mencegah api meluas dan mendekati permukiman warga. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, mengatakan sejumlah titik api telah berhasil dijinakkan oleh petugas gabungan bersama para relawan.

"Sejumlah titik berhasil ditangani petugas maupun relawan dan dinyatakan aman. Penanganan dilakukan menggunakan unit pemadam, termasuk kendaraan tangki dan unit pikap dengan tandon," kata Wasis di Martapura, Rabu, 16 September 2026, melansir Antara.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Banjar, puluhan titik api tersebut tersebar di lima kecamatan, yakni Kecamatan Martapura, Gambut, Sungai Tabuk, Martapura Barat, dan Karang Intan. Laporan karhutla ini terus masuk sejak Senin, 14 September 2026, mulai pukul 09.42 Wita hingga 15.40 Wita. 

Wasis mengakui, kondisi medan yang sulit dijangkau serta keterbatasan sumber air menjadi tantangan utama di lapangan. Sebagai solusinya, tim gabungan harus mengerahkan truk tangki untuk menyuplai pasokan air ke titik-titik kering agar proses pemadaman tak terhenti.

"Peran kawan-kawan di BUSER 690, unsur TNI, Polri, dan petugas relawan lainnya yang sigap serta gerak cepat membuat karhutla dapat tertangani dan tidak berdampak luas," puji Wasis.

Ilustrasi - Seorang warga berusaha memadamkan kebakaran lahan di Bangka. ANTARA/Aprionis


Keterbatasan sumber air ini sangat dirasakan saat memadamkan lahan di Desa Sungai Landas, Kecamatan Karang Intan. Relawan Aksi Karang Intan Aranio Tanggap (RAKAT) bersama warga terpaksa menerapkan sistem estafet air manual menuju lokasi kebakaran.

"Penanganan karhutla ini kami bersama rekanan dan warga melakukan sistem estafet karena jauhnya sumber air, sementara lahan yang terbakar sudah mendekati permukiman warga," ucap anggota RAKAT, Muhammad Azim.

Pemadaman di lokasi tersebut memakan waktu hingga lebih dari empat jam. Setelah api utama padam, petugas langsung melakukan pembasahan (pendinginan) untuk memastikan bara api tidak kembali menyala.

(Lukman Diah Sari)