Gedung Pertamina. Foto: Dokumen Pertamina
Tokyo: Pertamina berkomitmen untuk mendukung pemerintah Indonesia mencapai Net Zero Emission pada 2060 atau lebih cepat dengan mengembangkan peta jalan dekarbonisasi aset dan pembangunan bisnis hijau (green business building).
Dalam sesi diskusi panel bertajuk "Asia's GX (green transformation) changes the world", Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha Pertamina Salyadi D. Saputra mengatakan beberapa upaya yang dilakukan Pertamina dalam rangka dekarbonisasi.
"Indonesia saat ini memberikan perhatian lebih terhadap climate change, termasuk Pertamina. Kami melakukan upaya dekarbonisasi, yang dipetakan dalam roadmap dekarbonisasi yang terdiri dari dua pilar yaitu decarbonization dan new business building untuk renewable energy," ujarnya, dikutip Selasa, 30 Mei 2023.
Dia bilang, saat ini kontribusi revenue dari fossil fuel Pertamina masih sekitar 82 persen. Diharapkan dengan bisnis baru di bidang renewable, Pertamina diharapkan dapat menurunkan kontribusi tersebut menjadi 60 persen di 2030 hingga 30-35 persen di 2060.
Untuk aspek new business building, melalui subholdingnya, Pertamina berupaya mengeksplor sumber daya energi baru yang diharapkan dapat memberi lebih banyak kontribusi revenue.
"Pertamina memiliki kewajiban untuk memastikan energi bagi masyarakat available (tersedia), affordable (terjangkau), dan reliable (dapat diandalkan). Hal Inilah yang perlu kami seimbangkan bagaimana kami bisa menciptakan energy security, juga melakukan konversi ke green energy sources. Ini merupakan tantangan untuk kami, tapi kami telah mengidentifikasi apa saja yang bisa kami lakukan," jelasnya.
Adapun, dekarbonisasi bisnis dan efisiensi energi yang dilakukan Pertamina, di antaranya melalui pembangkit listrik ramah lingkungan, losses reduction, elektrifikasi armada, elektrifikasi peralatan statis, Carbon Capture Storage (CCS), dan low carbon fuel for fleets.
Sementara bisnis lainnya adalah Energi Terbarukan, EV charging and swapping, Hidrogen Biru/Hijau, Nature-Based Solutions, Baterai dan EV, Biofuel, CCS/CCUS terintegrasi, dan Carbon Market Business.